Home Wilayah Dihadiri Dirjen GTK Kemdikbud LP Ma’arif NU PWNU DIY Resmikan 18...

Dihadiri Dirjen GTK Kemdikbud LP Ma’arif NU PWNU DIY Resmikan 18 MGMP SLTA

118
0
Dirjen GT Kemdikbud RI, Dr. Iwan Syahril, Ph.D.

Maarifnudiy.or.id–Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) meresmikan 18 MGMP SLTA pada Rabu (19/8), melalui aplikasi Zoom. Peresmian ini dibarengi dengan seminar nasional yang menghadirkan narasumber Dirjen GTK Kemdikbud RI, Ketua LP Ma’arif NU PBNU, Sekda DIY, Kepala Dinas Dikpora DIY, Pembina dan Pengurus LP Ma’arif NU, serta anggota 18 MGMP SLTA sebagai peserta.

Prof. Dr. H. Sugiyono, M.Pd. selaku ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY dalam sambutannya mengungkapkan bahwa MGMP merupakan wadah bagi guru dalam meningkatkan motivasi dan  kompetensinya sesuai perkembangan zaman.

 “MGMP ini adalah organisasi mandiri yang diharapkan dapat membantu guru-guru untuk memotivasi dan meningkatkan kompetensinya yang dinamis dan substansif sesuai dengan perkembangan zaman,” ungkap Sugiyono.

Pembentukan 18 MGMP SLTA yang dilakukan oleh LP Ma’arif NU PWNU DI Yogyakarta ini mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak.

Dirjen GTK Kemdikbud, Dr. Iwan Syahril, Ph.D., menilai LP Ma’arif NU PWNU DIY telah memulai langkah yang sangat tepat dalam rangka membawa sekolah-sekolah ke arah yang lebih baik.

“Prof. Sugiyono dan semua Bapak/Ibu LP Ma’arif NU DIY memulai sebuah langkah yang menurut saya sangat pas sekali, sudah saatnya dan ini adalah konsolidasi yang mudah-mudahan terus berlanjut dan terus berdampak membawa perubahan kepada sekolah-sekolah yang ada di bawah LP Ma’arif NU DIY dan semua murid-murid yang ada di situ,” jelas Iwan Syahril. Iwan menambahkan, dirinya mendorong terjadinya perubahan sesuai perkembangan zaman. Saat ini dunia sedang menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Selaras dengan itu, K.H. Z. Arifin Junaidi, M.B.A., selaku Ketua LP Ma’arif NU PBNU mengungkapkan bahwa pembentukan MGMP oleh LP Ma’arif NU PWNU DIY ini perlu diapresiasi karena termasuk yang pertama di lingkungan LP Ma’arif PWNU se-Indonesia.

“Dengan pembentukan MGMP ini diharapkan mampu memberikan kompetensi intelektual, kompetensi fisik, kompetensi pribadi, kompetensi sosial, dan kompetensi spiritual, serta tak hanya memberikan jawaban atas tantangan zaman, tetapi juga memberikan tantangan kepada zaman,” lanjutnya.

Sejalan dengan itu, Dr. H. Arif Rohman, M.Si. selaku pembina dan penasihat LP Ma’arif NU PWNU DIY, juga mengapresiasi kegiatan ini. Dosen Univerasitas Negeri Yogyakarta ini menilai kegiatan ini merupakan ajang konsolidasi potensi masing-masing bidang studi.

Dukungan juga disampaikan oleh Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji selaku Sekda DIY. Menurutnya, Pemda DIY mendukung penuh keberadaan MGMP yang ada di sekolah swasta, dalam hal ini sekolah swasta di lingkungan Ma’arif.

“Untuk masa sekarang ini, MGMP memegang peranan yang sangat penting dan urgent,” ungkapnya. “Dua hal yang sangat penting yang perlu diperhatikan dalam masa sekarang ini, di mana teman-teman harus bisa menyampaikan isi pembelajaran dengan baik dan mampu memberikan pembelajaran di ruang yang berbeda dengan proses pembelajaran di ruang kelas sehingga proses pembelajaran dapat berjalan normal,” tekannya.

Didik Wardaya, S.E., M.Pd., M.M. sebagai Kepala Dinas Dikpora DIY menambahkan, bahwa MGMP merupakan wadah untuk mengembangkan kompetensi guru-guru dan bisa digunakan sebagai wadah saling berbagi informasi.

Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum., selaku sekretaris LP Ma’arif NU PWNU DIY dan penginisiasi pembentukan 18 MGMP ini melaporkan ada enam kelompok MGMP yang diresmikan, pertama TKRO, TBSM, dan Media Komputer. Kedua, Kelompok Fisika dan terapannya, IPA dan terapannya, dan Matematika. Ketiga, Kelompok IPS Soseogeo, Ekobank KWU, dan Pariwisata. Kelompok keempat adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Asing, dan Bahasa Jawa. Kelima, kelompok Aswaja-Arab-dan Tahfidz, Pendidikan Agama Islam, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Kelompok terakhir adalah Seni Rupa dan Budaya, PJOK, dan Bimbingan Konseling.

Tadkiroatun juga mengemukakan, ada lima alasan pembentukan 18 MGMP ini, yaitu pertama kesadaran bahwa LP Ma’arif adalah lembaga departementasi pendidikan NU yang wajib mengurus organnya terutama guru. Kedua karena kesadaran bahwa kompetisi sekolah semakin ketat dan 60% SDM Ma’arif belum siap. Ketiga juga karena kesadaran guru Ma’arif NU yang memerlukan wadah pengembangan keprofesian yang berkelanjutan yang dibina secara serius dan ketat. Keempat karena belajar dari kegagalan pembentukan MGMP pada tahun 2018. Kelima adalah tugas revitalisasi pemberdayaan manusia Ma’arif demi kejayaan NU di masa mendatang.

“Model MGMP yang tepat untuk LP Ma’arif NU DIY yang guru-gurunya memiliki karakteristik, yaitu MGMP ini fokus pada guru induk kami, tidak ada iuran anggota, semua MGMP dibimbing oleh dosen atau praktisi dan didampingi kepala sekolah atau kepala madrasah yang serumpun, tiap-tiap program dicapai secara bertahap, program kami buat secara runtut dan kegiatannya rutin, setiap agenda ada penanggungjawabnya, dan program dibuat berjenjang,” jelas dosen Universitas Negeri Yogyakarta yang akrab disapa Bu Itadz ini. “Semoga model MGMP ini kelak dapat diterapkan di cabang dan PWLP Ma’arif NU di luar DIY,” tambahnya.

Pada kesempatan peresmian ini juga dilakukan pelantikan terhadap pengurus MGMP tahun 2020-2022. Pelantikan dilakukan oleh Prof. Dr. H. Sugiyono, M.Pd. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here