Home Yogyakarta Direktur PSMK Kunjungi SMK Ma’arif 1 Yogyakarta

Direktur PSMK Kunjungi SMK Ma’arif 1 Yogyakarta

398
0
Direktur PSMK saat berdialog dengan siswa di Bengkel SMK Ma'arif 1 Yogyakarta (28/7).

Yogyakarta, Maarifnudiy.or.id–Direktur PSMK, Dr. Ir. M. Bakrun, M.M. kunjungi SMK Ma’arif 1 Yogyakarta, Sabtu (28/7). Dalam kunjungan tersebut, Mantan Kasub Direktorat Kurikulum Direktorat PSMK itu menyempatkan melihat fasilitas belajar-mengajar yang dimiliki SMK Ma’arif 1 Yogyakarta.

Ketika hadir di bengkel dan ruang kelas, Dr. Bakrun berdialog dengan para siswa, baik terkait suasana belajar maupun terkait tujuan para siswa memilih jurusan yang sedang digelutinya.

Dr. Bakrun berdialog dengan siswa di ruang kelas.

Selain mengunjungi ruang belajar, Direktur PSMK juga mengunjungi radio komunitas yang dimiliki SMK Ma’arif 1 Yogyakarta, Gunungjati FM. Radio yang mengudara di frekuensi 107,9 FM itu dioperasikan dari lantai dua Gedung SMK Ma’arif 1 Yogyakarta.

Selama berkeliling, Direktur didampingi oleh Kepala SMK Ma’arif 1 Yogyakarta (Suharyanto), beberapa guru, serta Pengurus dan Pembina LP Ma’arif NU DI Yogyakarta.

Kepala SMK Ma’arif 1 Yogyakarta menjelaskan kondisi sekolahnya,

Dr. Bakrun hadir di SMK Ma’arif 1 Wates dalam rangka berdialog dengan pengurus Ma’arif NU DI Yogyakarta tentang pengelolaan SMK di lingkungan LP Ma’arif NU DI Yogyakarta. Menurut Dr. Bakrun, salah satu permasalahan yang terjadi di SMK saat ini, banyak SMK yang dibuka tanpa melalui analisis yang baik. Oleh karena itu, kemudian setelah dibuka, banyak sekolah yang justru tidak memiliki siswa.

Selain terkait analisis kebutuhan, Dr. Bakrun berharap ada pemetaan yang baik atas lulusan SMP sederajat dan daya tampung siswa sekolah menengah. Jadi, tidak hanya SMK yang dipetakan, tetapi seluruh sekolah menengah hingga madrasah, baik negeri maupun swasta. Persoalan apakah semuanya nanti akan mengikuti PPDB online dan sistem zonasi, perlu dibicarakan lagi.

Dr. M. Bakrun sedang melihat hasil karya siswa SMK Ma’arif 1 Yogyakarta

Dr. Bakrun juga berpesan agar SMK memperhatikan ruang belajar. Menurutnya, ruang belajar seperti bengkel, laboratorium, dan sejenisnya menjadi pusat pembentukan karakter kerja siswa. Setelah fasilitas itu terpenuhi, fasilias lain seperti ruang guru dan ruang kepala sekolah dapat ikut dibenahi. (sab)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here