Home Bantul Guru MTs Hasyim Asy’ari Piyungan Juara 2 Lomba Puisi Tingkat Nasional

Guru MTs Hasyim Asy’ari Piyungan Juara 2 Lomba Puisi Tingkat Nasional

302
0

Bantul, Maarifnudiy.or.id–Guru MTs Hasyim Asy’ari Piyungan, Istiningsih, S.Pd., meraih Juara 2 Nubar (Nulis Bareng) “Guru dan Pandemi Covid-19” kategori Penulis Puisi Terbaik Nasional 2021. Lomba puisi ini diselenggarakan oleh Komunitas Lensa Iman bersama Antaraksa pada 30 Maret 2021 secara online.

Pada kegiatan tersebut, ada beberapa jenis perlombaan yang diadakan. Selain lomba menulis puisi, juga dilaksanakan lomba menulis esai dan cerpen.

“Saya mengikuti dua kategori, yaitu puisi dan esai. Kebetulan untuk kategori puisi saya meraih juara 2 dan mendapatkan hadiah berupa medali, buku, sertifikat, dan puisi yang saya buat akan dibukukan,” ungkap Istiningsih.

Istiningsih mendapatkan inspirasi karya ini ketika sedang piket di sekolah dan memperhatikan sekolah yang sepi, tidak ada kegiatan belajar mengajar tatap muka selama masa pandemi. Baginya, puisi itu adalah sebuah bentuk lain dalam bercerita yang penuh makna dan menyentuh perasaan.

Puisi yang berjudul “Bangku Merindu” karya Istiningsih berada di peringkat 2 dari berbagai peserta sepenjuru nusantara. Puisi tersebut mendapat poin 800, hanya terpaut 10 poin dengan peringkat pertama.

Istiningsih mengaku senang dapat mengharumkan nama madrasahnya. Guru Bahasa Indonesia MTs Hasyim As’ari Piyungan itu bertekad akan terus berkarya untuk meraih prestrasi yang lebih baik lagi.

Prestasi Istiningsih mendapat apresiasi dari Kepala MTs Hasyim Asy’ari Piyungan, Tugiman, S.E., M.M. Apresiasi yang diberikan dalam bentuk uang pembinaan. Menurut Tugiman, apresiasi tersebut sebagai pemacu, penyemangat, serta motivasi untuk terus berkarya sekaligus sebagai pemantik bagi guru-guru lain untuk meraih prestasi di bidangnya masing-masing.

Penasaran dengan puisi juara tersebut? Berikut petikan lengkapnya.

Bangku Merindu
Oleh Istiningsih

Kursi itu membisu sekian waktu
Bangku-bangku pilu merindu
Siswa berguru tak lagi bertemu

Sekian lama waktu berlalu
Perlahan merayap tanpa jemu
Bangku terdiam membisu
Merindu riuh  bibir mengeja kata
Kalimat tertata jadi berita

Saat ini kita berduka
Wabah meraja lela
Bencana silih berganti
Meja pun turut hanyut melaut
Bangku terkubur puing gempa mendera

Kita sedang duka

Plembangan, 19-1-2021

Previous articleSDNU Sleman Yogyakarta Gelar Wisuda Virtual
Next articleTingkatkan SDM Guru di Sekolah-Madrasah Karangmojo, LP Maarif NU PWNU DI Yogyakarta Lakukan Pembinaan Pegawai
Staf Bidang Humas dan Informasi LP Ma'arif NU PWNU DI Yogyakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here