Home Wilayah Hadiri Raker Ma’arif NU DIY, Kiai Arjuna Pastikan Pendidikan Ma’arif Lebih Unggul

Hadiri Raker Ma’arif NU DIY, Kiai Arjuna Pastikan Pendidikan Ma’arif Lebih Unggul

847
0
Kiai Arifin Junaidi (tengah) bersama Ketua LP Ma'arif NU DI Yogyakarta (Prof. Dr. Sugiyono) dan Sekretaris LP Ma'arif NU DI Yogyakarta (Dr. Tadkiroatun Musfiroh) saat menghadiri Raker Ma'arif DIY hari kedua (28/1).

Yogyakarta–Satuan pendidikan Ma’arif memiliki keunggulan kuantitatif dan kualitatif dibanding satuan pendidikan yang diselenggarakan lembaga pendidikan lain. Demikian disampaikan KH. Arifin Junaidi saat memberi pembinaan kepada peserta Raker LP Ma’arif NU DI Yogyakarta, Senin (28/1).

Sosok yang akrab dipanggil Kiai Arjuna itu mengungkapkan, total satuan pendidikan Ma’arif adalah 20.136, terdiri atas madrasah sebanyak 12.611 dan sekolah 7.525. Jumlah madrasah lebih besar dari madrasah negeri yang sekitar 3.650, sedangkan jumlah sekolah terbesar dibanding Muhammadiyah sekalipun, yang selama ini dianggap lembaga pendidikan swasta terbesar.

Sementara itu, secara kualitatif, banyak sekali sekolah Ma’arif yang menjuarai kejuaran tingkat daerah maupun nasional, demikian pula dengan madrasah Ma’arif, bahkan ada madrasah yang mampu mengalahkan sekolah negeri. Dari segi kreativitas dan inovasi banyak sekali madrasah dan sekolah yang melakukan percobaan dan menemukan hal-hal baru, misalnya energi terbarukan.

Terkait Revolusi Industri 4.0 yang menjadi tema raker, Kiai Arjuna berpesan, Ma’arif harus mampu menyiapkan SDM yang punya lima hal, yaitu skill dan expert dalam bidangnya, menguasai bahasa asing, menguasai ICT, serta memiliki networking yang luas dan berkarakter. Hanya SDM memiliki lima hal tersebut yang mampu bertahan bahkan menguasai kehidupan, tegas Kiai Arjuna.

Pada kesempatan itu, Ketua PP LP Ma’arif NU tersebut berpesan agar seluruh jajaran Ma’arif bekerja keras menjadikan satuan pendidikan citius (terdepan), altius (terunggul), dan fortius (tertangguh).

Terkait kesiapan menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini, Ketua LP Ma’arif NU DI Yogyakarta, Prof. Dr. Sugiyono, menyampaikan, warga Ma’arif harus menguasa 4C, yaitu critical thinking, creativity, communication, dan collaboration. Menyikapi hal ini, Sugiyono juga menyampaikan, pada tahun 2019 LP Ma’arif NU DIY membuat enam target utama, yaitu peningkatan jumlah murid, peningkatan nilai Ujian Nasional, peningkatan nilai akreditasi sekolah, peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan kerja sama, serta tertib administrasi.

Peserta raker berfoto bersama ketua PP LP Ma’arif NU pascapenutupan raker.

Hari kedua raker yang diselenggarakan di Nava Hotel Tawangmangu tersebut dihadari oleh KH. Masharun Ghazalie, Prof. Dr. Purwo Santoso, para pengurus LP Ma’arif NU DI Yogyakarta, serta para peserta lain yang terdiri atas tamu undangan perwailan PC Ma’arif dan para kepala sekolah di lingkungan Ma’arif NU DI Yogyakarta.

Pada kesempatan itu disampaikan pula capaian LP Ma’arif NU DI Yogyakarta pada kepengurusan saat ini. Ketua Panitia Raker sekaligus Sekretaris LP Ma’arif NU DI Yogyakarta, Dr. Tadkiroatun Musfiroh (Itadz), menjelaskan bahwa di tahun 2019 ini sudah ada 17 program kerja yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif NU DI Yogyakarta. Sementara itu, pada tahun 2017 ada 17 kegiatan dan pada tahun 2018 dilaksankaan 31 kegiatan.

Tadkiroatun juga menginformasikan, akan ada program integrasi tes aswaja dalam diklat calon kepala sekolah pada bulan Agustus 2019. Program ini bekerja sama dengan LPMP DIY dan LPPKS. Untuk itu, guru-guru yang akan mengikuti program tersebut diminta untuk mempersiapkan diri.

Di sesi akhir raker ini, disampaikan pula keputusan-keputusan selama raker oleh Rahmat Raharja, M.Pd., Nurliadin, M.Pd., dan Ahmad Darmadi, M.Eng. Setelah pemberian penghargaan untuk para pemenang lomba batik, acara ditutup dengan doa penutup oleh KH. Masharun Ghazalie. (sab)


Previous articleLP Ma’arif NU DI Yogyakarta Gelar Raker Hadapi Revolusi Industri 4.0
Next articlePengumuman Pemenang Lomba Desain Batik LP Ma’arif NU DI Yogyakarta
Pekerja sosial, lulusan Pendidikan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here