Home Keaswajaan Guru-guru Ma’arif DI Yogyakarta Tulis Buku Keaswajaan

Guru-guru Ma’arif DI Yogyakarta Tulis Buku Keaswajaan

236
0
Siti Aminahtus, Isnaini Maratun, dan Annisa Khabibatus di Asrama Haji Yogyakarta (30/6/2018).

Yogyakarta, Maarifnudiy.or.id–Enam belas guru di lingkungan Ma’arif DI Yogyakarta dikarantina selama tiga hari di Asrama Haji Yogyakarta. Karantina tersebut dalam rangka penyelesaian buku Aswaja yang akan digunakan di sekolah-sekolah Ma’arif DI Yogyakarta mulai tahun pelajaran 2018/2019. Keenam belas guru tersebut berasal dari kabupaten-kota di DI Yogyakarta.

Karantina dilangsungkan selama tiga hari, 28-30 Juni 2018. Selama karantina, para guru bertugas menuntaskan tulisan, menyunting tulisan, serta mengonsultasikannya ke tim reviewer yang terdiri atas K.H. Syakir Ali, M.Si., K.H. Masharun Ghazalie, M.M., dan Dr. Arif Rohman.

Ketua LP Ma’arif NU DI Yogyakarta membuka “Karantina” Penulis Buku Aswaja 2018 di Asrama Haji Yogyakarta (28/6/2018).

Selain menuntaskan tulisan, para guru juga berkesempatan belajar layout. Panitia yang dipimpin oleh Dr. Tadkiroatun Musfiroh mendatangkan desainer sekaligus owner A.Com, Johan, untuk melatih para guru melayout buku. Dengan latihan layout ini, selain menulis, para guru juga diberi kesempatan melayout buku-buku yang dihasilkannya.

Siti Aminatus, guru yang bertugas menulis buku kelas 8 dan 9, merasa senang dengan adanya “karantina” tersebut. Menurutnya, dengan diinapkan, suasananya menjadi lebih kondusif. Jika selama ini energinya terbagi untuk menyelesaikan berbagai tugas, dengan menginap di Asrama Haji, dirinya dan teman-teman bisa fokus menyelesaikan tulisan. Dengan karantina tersebut, tim penulis juga dapat saling membantu dan saling memotivasi.

Dipercaya menjadi penulis menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Guru MTs Jamul Muawanah Gunungkidul tersebut. Dirinya mengaku memang sudah lama berkeinginan menulis buku. Oleh karena itu, ketika ada lowongan menulis buku Aswaja yang diposting di grup WA guru Aswaja Ma’arif DI Yogyakarta, Siti Aminatus langsung mendaftarkan diri.

Memang, ketika memulai menulis, dirinya kesulitan mendapatkan referensi, apalagi panitia menuntut untuk menggunakan minimal tujuh referensi. Beruntung, 25-27 April 2018 panitia mengarantina para penulis di Asrama Haji. Selama tiga hari, dirinya berkesempatan belajar banyak tentang menulis. Ternyata, di bulan Juni ini, panitia kembali menginapkan tim penulis sehingga dirinya dapat menulis lebih baik lagi.

Sebagaimana Siti Aminatus, penulis lain, Isnaini Maratun dan Annisa Khabibatus juga merasa senang dengan adanya karantina penulis. Keduanya juga merasa dapat bekerja lebih baik karena suasana yang kondusif dan bisa saling belajar serta bekerja sama dengan sesama penulis.

Selain enam belas guru, buku-buku Aswaja untuk pendidikan dasar dan menengah itu juga ditulis oleh Saefur Rohmat, Ph.D. yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Sebagaimana guru-guru, Saefur Rohmat juga diundang ke Asrama Haji Yogyakarta untuk menuntaskan tulisan yang menjadi tanggung jawabnya. (sab)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here