Home Kulonprogo Social Distancing: Siswa LP Ma’arif NU Belajar Mandiri di Rumah dalam Pengawasan...

Social Distancing: Siswa LP Ma’arif NU Belajar Mandiri di Rumah dalam Pengawasan Orang Tua

18
0

Kulonprogo, Maarifnudiy.or.id–Saatnya orang tua benar-benar mengetahui seberapa jauh kemampuan anak-anak dalam menyerap pengetahuan. Orang tua dituntut untuk menjadi figur guru di rumah. Dengan kesabaran dan sikap, orang tua dituntut menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh pihak madrasah.

MI Ma’arif Sendang Kulon Progo salah satu sekolah Ma’arif yang mengalihkan strategi kegiatan belajar mengajarnya tatap muka menjadi belajar mandiri via online yang dimulai pada tanggal 18 hingga 28 Maret 2020 mendatang akibat dampak mewabahnya virus Covid-19 atau Corona. Strategi yang diberlakukan adalah dengan membuat group Whatsapp (WAG) yang berisi guru, orang tua siswa dan para siswa dengan SOP yang sudah dibuat oleh pihak MI Ma’arif Sendang Kulon Progo untuk menghindari kontak fisik yang memungkinkan terjadinya penularan virus tersebut. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan para guru dan kepala sekolah terkait Social distancing yang digalakkan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus Corona tanpa menghentikan proses belajar mengajar.

Kasmad Rifangi, M.Pd.I selaku kepala sekolah MI Ma’arif Sendang Kulon Progo menyampaikan bahwa tindakan ini dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan dan kurikulum yang telah disusun dapat tersampaikan kepada para siswa. Kasmad menambahkan bahwa selain sarana online dari guru dan orang tua yang saat ini dipakai, masih banyak fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung belajar mandiri tersebut. Bliau juga mengatakan bahwa program tersebut cukup efektif untuk menggantikan kgiatan belajar tatap muka yang biasa dilakukan dan selama lima hari sejak program ini berjalan 100% siswa selalu aktif.

Pihak madrasah tersebut telah menyusun SOP yang selanjutnya digunakan oleh para guru sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan belajar mandiri via online, diantaranya adalah:

  1. Pada pukul 07.00 WIB para siswa dipastikan sudah siap untuk mengikuti kegiatan belajar online
  2. Memastikan kesiapan para orang tua dan siswa untuk memulai proses pembelajaran
  3. Mengawali kegiatan dengan membaca Al fatihah, Asmaul Husna dan membaca Al Quran bersama
  4. Memberikan materi I yang disesuaikan dengan tema atau mata pelajaran terkait dan istirahat (sambil bermain dengan keluarga)
  5. Sholat duha dengan bimbingan dan pengawasan orang tua
  6. Materi II yang disesuaikan dengan tema atau mata pelajaran dan istirahat (sambil bermain dengan keluarga)
  7. Sholat Duhur bersama keluarga
  8. Menugaskan peserta didik agar aktif menulis segala aktivitasnya di buku “Aktivitas Anak Soleh/Solehah” yang telah disediakan pada awal semester
  9. Mengakhiri materi dengan waktu yang telah disesuaikan dengan jadwal kelasnya masing-masing
  10. Guru wajib memberikan penilaian hasil belajar dengan cara siswa mengirim foto hasil kerjanya dan menilai serta menginformasikannya melalui group Whatsapp
  11. Guru wajib menyusun dan mendokumentasikan hasil kerja guru di buku agenda dan hasil kerja siswa sebagai bukti fisik yang kuat
  12. Kegiatan diakhiri dengan doa dan dilanjutkan dengan istirahat serta tidur siang
  13. Segala tugas yang diberikan tidak dibuat kaku, pembelajaran bersifat PAIKEM dan para guru diminta untuk menghargai kemampuan orang tua yang berbeda-beda

Selain itu, pihak madrasah juga meminta kepada semua guru untuk serius dalam hal pelayanan kepada siswa dan orang tua dengan kemampuan yang bermacam-macam, karena dalam keadaan seperti ini secara tidak langsung orang tua akan menguji kemampuan para guru dalam melayaninya. Selain itu, ada hal lainnya yang harus dilaksanakan oleh guru yakni kesabaran menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang ada di WAG.

Ini bentuk pembelajaran yang masih baru. Saya harus aktif dan teliti di group Whatsapp, dan kesabaran yang paling utama, karena melayani kemampuan orang tua yang karakternya berbeda-beda” Ujar Arif Kurniawan selaku guru kelas V MI Ma’arif Sendang Kulon Progo.

Dalam proses belajar mandiri ini terdapat beberapa kendala yang dihadapi, salah satunya adalah karena tidak semua orang tua siswa memiliki gawai yang dapat menjalankan aplikasi Whatsapp. Namun pihak MI Ma’arif Sendang Kulonprogo tetap berusaha mensiasatinya dengan melakukan pemantauan melalui pesan singkat elektronik atau SMS.

Saya senang, dengan anak belajar di rumah secara mandiri, tetapi saya tidak mempunyai HP yang support internet, tetapi alhamdulillah ibu guru mengirim tugas melalui SMS. Insyaallooh anak saya akan terhindar dari virus yang membahayakan kita” Kata Fiki selaku orang tua siswa kelas I MI Ma’arif Sendang Kulon Progo.

Tanggapan lain juga datang dari Tama selaku orang tua siswa kelas V MI Ma’arif Sendang Kulon Progo. Dia menyampaikan bahwa kemajuan teknologi memang patut kita syukuri. Dalam kondisi negara tengah dilanda wabah, siswa tanpa harus beranjak dari rumah tetap bisa belajar, berinteraksi dengan teman-teman dan bapak ibu guru, meski terkadang ada sedikit kendala karena ada hal-hal yg belum dipahami, tetapi berkat komunikasi yang baik dari para guru menjadikan semua bisa diatasi. Tama juga berterimakasih kepada bapak ibu guru dan bapak ibu wali siswa yang telah bekerja sama dalam pembelajaran mandiri tersebut. Dia juga mengapresiasi keputusan tegas yang diambil Mi Ma’arif Sendang Kulon Progo terhadap wabah Corona yang berbahaya tersebut.

Dalam kasus mewabahnya Covid-19 atau Corona ini banyak hikmah yang dapat dipetik dari ditetapkannya belajar mandiri di rumah, di antaranya orang tua akan lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar anak dan secara otomatis anak akan selalu menunggu tugas dari bapak/ibu guru. Walaupun tetap ada kelemahan-kelemahannya guru akan sadar, bahwa bukan hanya guru disekolahan yang menjadi sumber belajar satu-satunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here