Home image Lembaga Pendidikan Ma’arif DIY Gandeng Telkom Pasang Indischool

Lembaga Pendidikan Ma’arif DIY Gandeng Telkom Pasang Indischool

500
0

YOGYA (KRjogja.com) – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU DIY menandatangani nota kesepahaman dengan PT Telekomunikasi (Telkom) Indonesia, Tbk perihal Penerapan Internet Indonesia WiFi di lingkunga koordinasi Lembaga Pendidikan Ma’arif DIY.

Rencananya Internet WiFi yang akan diwujudkan dalam program Indonesia Digital School (Indischool) bagi 167 sekolah/madrasah Lembaga Pendidikan Ma’arif di seluruh DIY. Selain itu pihak Telkom DIY juga telah menargetkan pemasangan 5000 titik internet guna program tersebut sepanjang tahun 2013.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif DIY, Drs. H. Masharudin Ghozali, MM dalam Sosialisasi dan Implementasi Indischool untuk Lembaga Pendidikan Ma’arif NU DIY bekerjasama dengan Telkom Indonesia DIY di Aula Telkom Yogyakarta Jalan Yos Sudarso Yogyakarta, Kamis (27/12).

“Kerjasama ini merupakan tindaklanjut dari MoU sebelumnya dengan adanya tuntutan zaman terutama di dunia pendidikan akan kebutuhan teknologi informasi yang dapat di akses melalui internet dalam program Indischool,” ujarnya.

Kejasama kedua belah pihak ini sebagai wujud dari nota kesepahaman bersama yang ditandatangani pada 9 November 2012 lalu antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan PT Telekomunikasi Indonesia No 11/XI/KB/2012 tentang Peningkatan dan Perluasan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Rangka Layanan Pendidikan Masyarakat.

“Kami menggandeng Telkom yang telah menguasai teknologi perkomunikasian di Indonesia maka kami meminta untuk diadakan pembelajaran terkait internet guna menfasilitasi pendidikan, operasional hingga keberlanjutannya. Sebagain guru sudah melek internet dapat djadikan pendamping dalam pembelajaran nantinya,” paparnya.

Pihaknya mengharapkan dengan adanya kerjasama kedua belah pihak ini akan saling terkoneksi satu dengan lainnya sehingga kebutuhan akan data terpenuhi dan membuka wawasan lebih luas sehingga melahirkan generasi baru yang tidak gagap teknologi dan informasi

Sementara itu Manager Area Divisi Business Service Regional IV Telkom DIY, Jujun Pujaswara mengatakan pihaknya akan berkonsentrasi menggarap program tersebut sebagai tindak lanjut tentang pemasangan Indisschool di tiap sekolah tidak hanya di sekolah negeri namun di seolah swasta hingga lembaga bimbingan belajar kedepannya.

“Indischool merupakan produk turunan dari Indonesian WiFi, dimana Telkom akan menyediakan akses internet sekolah bagi siswa-siswa dengan jaminan kualitas layanan per user atau siswa dengan harga edisi siswa bahkan ada yang paket yang gratis,” paparnya.

Kedepan, pihaknya telah ditargetkan untuk memasang 5000 titik di seluruh sekolah mulai dari tingkatan sekolah dasar hingga saat ini sekolah menengah atas. Sejauh ini program Indischool sudah dilakukan di 600 sekolah dan akan bertambah lagi dengan titik pemasangannya.

Indonesian WiFi merupakan jaringan akses wireless broadband yang menjadi media untuk menikmati layanan internet berkecepatan tinggi serta berbagai layanan multimedia guna mencapai tujuan bagi pengembangan dunia pendidikan yang berkualitas yang menjadi tanggung jawab bersama akan segera terwujud.

“Dunia pendidikan merupakan potensi atau resources nasional yang sangat besar pengaruhnya bagi tumbuhnya kemajuan bangsa. Maka pengembangan dunia pendidikan yang berkualitas merupakan keharusan yang tidak dapat di tawar untuk tumbuhnya kemajuan dan kuatnya karakter bangsa,” ungkapnya.

Selain itu Indonesia merupakan negara yang mempunyai penetrasi internet paling tinggi namun belum ditunjang dengan kecepatan akses internetnya. Untuk itu Telkom akan menambah jaringan fiber optik lebih banyak dan menjangkau daerah-daerah terpencil yang selama ini minim akses.

“Pemerataan akan akses terhadap informasi dan akses terhadap ilmu pengetahuan yang berkalitas menjadi tanggung jawab kita semua,” tandasnya.

Nilai kemanfaatan dengan adanya Indischool bagi sekolah-sekolah di DIY tersebut akan memberi kemudahan memperoleh akses internet berkecapatan tinggi atau broad band di lingkungan sekolah dan pihak sekolah tidak perlu melakukan investasi karena di bebaskan dari biaya instalasi, perangkat AP, abonemen dan pemeliharaan.

“Sekolah akan memperoleh akses internet yang bersih, sehat dan aman bagi peserta didik,” pungkasnya. (Fir)

Repost Juli 2015

Previous articleDonat Bonggol Pisang Jadi Kreasi Siswa SMK Ma’arif 2 Sleman
Next articleSiswa MI Ma’arif Pamitan Bupati Maju Kompetisi Sains Madrasah
Dr. Tadkiroatun Musfiroh adalah seorang linguis dan Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta