Home Daerah Lomba Video Pembelajaran Skamada: Guru Kreatif, Siswa Produktif

Lomba Video Pembelajaran Skamada: Guru Kreatif, Siswa Produktif

133
0

Sleman, Maarifnudiy.or.id–Kreativitas guru dalam memberikan materi pelajaran saat ini sangat penting, terutama saat pembelajaran berlangsung secara daring karena Pandemi Covid-19. Materi pembelajaran yang menarik akan mengundang ketertarikan siswa untuk aktif dalam belajar.

Pentingnya kreativitas guru ini pun disadari betul oleh SMK Ma’arif 2 Sleman (Skamada) yang beralamat di Jalan Turi km 1 Merdikorejo, Tempel, Sleman. Demi mendorong dan meningkatkan kualitas guru dalam memberikan materi pelajaran secara daring, SMK Ma’arif 2 Sleman menggelar lomba video pembelajaran untuk guru.

Kepala SMK Ma’arif 2 Sleman, Dra. Hj. Atik Sunaryati di sela acara grand final dan penganugerahan video pembelajaran terbaik guru SMK Ma’arif 2 Sleman, Senin (25/1) kemarin menegaskan agenda tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan Center of Excellence (CoE).

“Saat lomba pembuatan video pembelajaran oleh Direktorat SMK, SMK Ma’arif 2 Sleman mengirimkan lima video dan lolos semua sehingga kami memiliki target, agar semua guru dapat membuat video pembelajaran masing-masing.” tegas Atik Sunaryati.

Acara tersenut dihadiri pula Drs. Aragani Nizar Zakaria, M.Pd. sebagai Kasi Sarana Prasarana Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman.

Atik menambahkan, dalam kompetisi ini, semua guru SMK Ma’arif 2 Sleman terlibat dan terkumpul 32 video. Dalam grand final, 10 video terbaik dinilai langsung oleh juri, yakni Sri Suryani, M.Pd. dari Pengawas Sekolah Balai Dikmen Kabupaten Sleman, Sabjan Badio selaku perancang dan reviewer kurikulum desain komunikasi visual SMK, serta Afif Musyadad, Founder Komunikasi Photografer Multigenre.

Video terbaik 1-3 dan video pembelajaran favorit di YouTube mendapatkan penghargaan,” tambah Atik.

Dengan pembelajaran yang saat ini masih daring, membuat video pembelajaran yang menarik diakui pihaknya sebagai hal penting. Hal ini untuk memastikan siswa tak bosan dengan teori yang diberikan.

Tak hanya saat pembelajaran daring, saat pembelajaran dapat kembali berlangsung dengan tatap muka, video pembelajaran tetap dapat digunakan. Agar belajar dalam kelas dapat lebih baik dan menarik.

“Saat tatap muka, video pembelajaran tetap dapat digunakan. Guru jelas akan terbantu, anak-anak juga lebih enjoy, membuat sekolah jadi menyenangkan,” jelas Atik.

Adapun juara 1 lomba video pembelajaran diraih Hana Pertiwi, S.Pd., peringkat kedua adalah Dra. Trisar Iriyanti, peringkat ketiga diraih Kirana Try Candra Pertiwi, S.Pd. sedang video favorit di YouTube diraih oleh Ema Kusuma Astuti, S.Pd. (Yud/KR).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here