Home Artikel LP Ma’arif NU PWNU DIY Lantik Kepala MA YAPPI Gubukrubuh dan Gabung...

LP Ma’arif NU PWNU DIY Lantik Kepala MA YAPPI Gubukrubuh dan Gabung SMA Pembangunan 4 Playen dengan SMA Pembangunan 1 Wonosari

51
0

Maarifnudiy.or.id–Ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY, Prof. Dr. H. Sugiyono, M.Pd., melantik Kepala MA YAPPI Gubukrubuh Minggu siang (20/9). Dalam momen tersebut, guru besar yang kerap disapa Prof. Giek ini tidak lupa mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Kepala Madrasah sebelumnya, Kholis Muhajir, S.Ag., M.SI., yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Kemudian, Prof Giek mengingatkan kepada kepala madarasah yang dilantik, Iswahyudi Jauhari, M.Pd., beserta para guru lainnya bahwa ada dua tantangan yang sangat besar bagi setiap sekolah dan madrasah saat ini. Tantangan yang pertama adalah fenomena Revolusi Industri 4.0 dan yang kedua adalah pandemi Covid-19.

Prof. Giek juga menyampaikan bahwa ada empat konsekuensi yang perlu disiapkan oleh para guru yang disingkat, yaitu “4C”. C yang pertama adalah critical thinking atau berpikir kritis. Pada masa sekarang ini, banyak sekali berita hoaks yang tersebar di mana pun. Apabila kita hanya menelan mentah-mentah informasi yang ada tanpa mengkritisinya, kita akan masuk ke dalam jebakan hoaks. C yang kedua adalah creative thinking atau berpikir kreatif yang berarti kita perlu memberikan inovasi baru dalam dunia pendidikan, terutama untuk kepala sekolah atau madrasah. C yang ketiga adalah collaboration. Kita perlu kerjasama dalam berjuang, baik itu kerjasama internal maupun eksternal. C yang keempat adalah communication. Dengan adanya pandemi ini, kita dituntut untuk melakukan komunikasi secara daring. Oleh sebab itu, kita perlu meningkatkan kemampuan agar kita tetap bisa berkomunikasi dengan baik.

Selain itu, mantan Dekan FT UNY itu menjelaskan pentingnya peran kepala sekolah dalam mengidentifikasi dan mendata siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya.

“Lulusan SMK itu diarahkan untuk mendapatkan pekerjaan, sedangkan lulusan SMA diarahkan untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Maka dari itu, dalam manajemen pendidikan, lulusan masih menjadi tugas kepala sekolah. Apabila ada lulusan yang berprestasi tetapi memiliki latar belakang ekonomi kurang mampu, sudah semestinya kita bantu untuk melanjutkan studinya. Jangan sampai hanya berhenti di tataran SLTA.” tegas Sugiyono.

Dalam hal ini, dirinya mengkorelasikan dengan kebijakan yang telah dirumuskan oleh LP Ma’arif NU untuk meningkatkan kualitas sekolah. Kebijakan tersebut antara lain dengan meningkatkan nilai akreditasi sekolah, jumlah murid baru, dan jumlah lulusan. Oleh karena itu, Madrasah dan Kepala Madrasah harus memiliki kompetensi untuk mewujudkan misi tersebut, seperti kompetensi kepribadian, sosial, manajerial, supervisi, dan kewirausahaan.

Selain pelantikan kepala madrasah, peresmian penggabungan sekolah SMA Pembangunan 4 Playen dengan SMA Pembangunan 1 Wonosari juga masuk ke dalam rangkaian acara tersebut. Penggabungan sekolah ini didukung oleh Kepala Balai Dikmen Gunungkidul, Drs. Sangkin, M.Pd., yang juga turut hadir di dalam acara. Sangkin meyakini bahwa ini adalah langkah yang bagus menuju kemajuan. Penggabungan sekolah ini bisa efektif. Hal yang terpenting adalah dukungan dari berbagai pihak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here