Home Gunungkidul Pimpin Apel Peringatan Hari Santri, Bupati Gunungkidul Dorong Masyarakat untuk Mondok

Pimpin Apel Peringatan Hari Santri, Bupati Gunungkidul Dorong Masyarakat untuk Mondok

506
0

Gunungkidul, Maarifnudiy.or.id–Masyarakat Gunungkidul hendaknya berpartisipasi dan berbondong-bondong menyukseskan gerakan “Ayo Mondok”. Demikian disampaikan oleh Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, saat memimpin apel puncak peringatan Hari Santri di Gunungkidul hari ini (22/10/2018).

Pada kesempatan itu, Badingah menyampaikan bahwa program “Ayo Mondok” dicanangkan untuk memperkuat pesantren sehingga dapat melahirkan ulama-ulama masa depan.

“Program ‘Ayo Mondok’ dicanangkan untuk memperkuat kembali eksistensi pesantren sebagai kawah candradimuka bagi kader-kader ulama masa depan,” ujar Badingah.

Wakil Bupati Gunungkidul periode 2010-2015 itu juga menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri dilakukan dalam rangka untuk meneladankan semangat jihad ke-Indonesiaan para pejuang. Jihad di sini dalam arti memiliki semangat kebangsaan, cinta tanah air, serta rela berkorban untuk bangsa dan negara.

Menurut Badingah, dalam catatan sejarah terbukti para santri telah mewakafkan hidupnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan tersebut. Para santri dengan caranya masing-masing bergabung dengan elemen bangsa melawan penjajah, menyusun kekuatan di daerah-daerah terpencil, mengatur strategi, mengajarkan arti kemerdekaan, kebhinekaan, serta kedaulatan bangsa Indonesia.

Lebih lanjut Badingah menyampaikan, dicetuskannya Resolusi Jihad 22 Oktober oleh KH. Hasyim Asyari, telah membakar semangat patriotisme dan nasionalisme, menggerakan santri, pemuda, dan masyarakat untuk bersama, bahu-membahu, berjuang melawan pasukan kolonial hingga puncaknya 10 November 1945 yang kemudian dikenal dengan istilah Hari Pahlawan.

Suasana Kirab Hari Santri di Gunung Kidul, foto: Indah Dewi.

Apel peringatan hari santri dilaksanakan di Alun-Alun Pemda Gunungkidul dengan dilanjutkan Kirab Menuju Balai Desa Kepek Wonosari. Selain itu, digelar pula acara Hiburan dan Pembagian Doorprize, Stand Up Comedy Santri, Gerakan Donasi Peduli Palu Donggala, Resepsi Hari Santri, Ngopas (Ngobrol Pesan Trend), serta Tari Kolosal Simphony Nusantara.

Pada hari sebelumnya, Ahad (21/10), telah digelar Santripreneur Expo, Lomba Yel-Yel Pergerakan Sholawat, Bola Volly Plastik Kyai, serta pemutaran film “Jalan Dakwah Pesantren”. (sab/ind)

Previous articleUniknya Hasad
Next articleMa’arif NU DI Yogyakarta Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Palu Donggala
Staf Bidang Humas dan Informasi LP Ma'arif NU DI Yogyakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here