Home Ruang Guru Merayakan Kepandaian

Merayakan Kepandaian

39
0

Maarifnudiy.or.id–Satu tahun pelajaran bukan waktu yang cepat. Kegiatan demi kegiatan dan program silih berganti, susul menyusul, harian, pekanan, bulanan, semesteran dan tahunan. Hari ini akhir episode kurikulum sekolah.

Rentetan menabur benih ilmu dan pembentukan akhlak telah sampai pada fasenya. Predikat baik, maju, berhasil, dan seterusnya menandai perubahan-perubahan penting masing-masing murid. Guru pendakwah ilmu, guru digugu dan ditiru, guru pemberi restu, tiada batas waktu.

Al-Ghazali (Iran), John Lock (Inggris), John Dewey (Amerika), Ibnu Sina (Iran), Ki Hadjar Dewantara (Indonesia), Gurdur (Indonesia), dan seterusnya adalah tokoh-tokoh dunia yang menjadi guru sepanjang masa. Guru penyemai ilmu, guru pembentuk karakter, guru pemberi berkah tiada batas waktu.

Hari ini fase pengakuan. Kurikulum sekolah tahun ajaran ditutup untuk dibuka. Ditutup untuk pengukuran capean pembelajaran dan dibuka untuk pembaruan tahun pelajaran. Sudah menjadi kewajiban guru membuat laporan. Sudah menjadi rutinan akhir tahun ajaran murid mendapatkan pengakuan, naik/tinggal kelas.

Jreng! Rapor numerik simbol biasa. Pengakuan beraneka ragam… enam, tujuh, delapan, sembilan, dengan variasinya A (amat baik), B (baik), C (cukup). Kreatif dan kekinian itu penting. Kesan, pesan, kenangan, pengalaman, dan dinamika berteman selama dalam masa pembelajaran dapat menjadi nilai baik dikemudian hari.

Mengikat hati, melepas restu kepada murid-murid asuhanya, Siti Mafrudloh, guru kelas SDNU Sleman Yogyakarta merayakan kenaikan kelas dengan rapor dan hadiah ikan hias. Murid-murid suka cita dan orang tua mereka bahagia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here