Home Bantul MTs. Hasyim Asy’ari Didik ABK Sepenuh Hati

MTs. Hasyim Asy’ari Didik ABK Sepenuh Hati

31
0

Bantul, Maarifnudiy.or.id–MTs. Hasyim Asy’ari Piyungan sebagai madrasah yang bernaung di Yayasan LP Ma’arif NU sangat welcome dengan keberadaan anak ABK (anak berkebutuhan khusus). Hal ini terbukti dengan diterimanya 2 siswa berkebutuhan khusus bahkan mereka kini sudah duduk di kelas 8 dan 9.

Latifah Nuraini yang kini duduk di kelas 8A sangat senang bersekolah di MTs. Hasyim Asy’ari karena baik siswa maupun guru sangat perhatian dengan kehadirannya. Pada awalnya rasa minder sempat menyelimuti hatinya, tetapi dari hari ke hari rasa percaya diri semakin meningkat. Teman-temannya sangat empati kepadanya.

Selain perhatian dan rasa diterima di lingkungan madrasah, sarana dan prasarana sangat mendukung mobilitasnya. Keberadaan kursi roda yang setiap hari sudah siap sedia di depan pintu gerbang dikhususkan untuk dirinya.

Latifah, siswa yang mengalami kesulitan dalam berjalan, setiap pagi diantar orang tuanya ke madrasah dan langsung disambut oleh guru maupun siswa bahkan kepala madrasah. Dengan menggunakan kursi roda, Lathifah didorong dan diantar ke ruang kelas untuk mengikuti pelajaran seperti teman-teman lainnya. Tidak ada diskriminasi, semua siswa mendapat bimbingan dan didikan yang sama dari bapak ibu guru, bahkan anak ABK mendapat perhatian lebih.

Ketika pelajaran telah usai, teman-temannya akan membantunya menuju parkiran dan Bapak/Ibu guru akan mengantarkannya ke rumah. Hal itu rutin dilakukan setiap hari. Yang bertugas mengantar adalah Bapak/Ibu guru piket. Semua itu demi memberikan pelayanan yang terbaik terhadap peserta didik yang berkebutuhan khusus.

Bapak Tugiman, S.E., M.M., Kepala Madrasah, sangat terbuka dan menerima keberadaan anak ABK. “Kami akan memberikan pelayanan yang terbaik karena mereka juga anak-anak bangsa yang berhak mendapatkan pendidikan seperti halnya anak-anak yang lainnya. Mereka anak-anak istimewa yang punya potensi di bidangnya masing-masing”, imbuhnya.

Satria Mahardika, anak ABK yang kini sudah duduk di kelas 9C juga mendapatkan bimbingan khusus agar bisa mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Dika, panggilan akrabnya di madrasah, mengalami keterlambatan dalam komunikasi dan daya pikir. Dengan dibimbing oleh guru khusus, Dika kini sudah semakin baik. Selain dibimbing di bidang edukasi akademik juga dalam akhlak dan keterampilan.

Sigit Cahyoko, S.Psi., guru pendamping Dika, mengatakan bahwa Dika sejak dibimbing di MTs. Hasyim Asy’ari semakin hari semakin baik. Harapan ke depan Dika bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. (Isti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here