Home Sekolah SMK Ma’arif Semanu Diseminasi TEFA

SMK Ma’arif Semanu Diseminasi TEFA

421
0
Pemaparan materi oleh Yulsyafriana Zahratun (kiri) dan Mamik Dwi Rohmanti (kanan), selaku guru yang telah melaksanakan magang di DU/DI.

Gunungkidul–SMK Ma’arif Semanu melaksanakan rapat diseminasi hasil magang guru dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) pada Rabu, 25 September 2019. Melalui pembelajaran di kelas, guru telah melakukan diseminasi kepada siswa untuk meningkatkan kualitas mutu siswa dan sekolah. Diseminasi ini dilakukan usai guru melaksanakan magang selama dua minggu pada 22 Juli-3 Agustus 2019 lalu di Kadiyo Tailor. Selain dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan, rapat juga dihadiri oleh pengawas sekolah dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul.

Diseminasi atau penyebarluasan ide, konsep, atau gagasan telah dilakukan oleh guru khususnya mata pelajaran produktif Tata Busana kepada siswa-siswi SMK Ma’arif Semanu. Diseminasi ini telah berhasil dilakukan melalui pembuatan atau produksi barang hasil kerja siswa seperti kemeja, celana panjang, dan kaos dalam waktu satu minggu.

Purwanto, S.Pd., MM., selaku kepala SMK Ma’arif Semanu dalam sambutannya memberikan apresiasi lebih kepada guru yang telah melaksanakan magang dengan DUDI serta penyebarluasan ilmu yang telah diperoleh kepada siswa. Getok tular yang diterapkan ini tidak lain merupakan bentuk penerapan model pembelajaran berbasis Teaching Factory (TEFA) yang diterapkan oleh sekolah.

Pembelajaran berbasis TEFA diperlukan sebagai konektivitas di zaman yang semakin canggih seperti saat ini. Sehubungan dengan hal itu, pembelajaran berbasis Tefa dilatarbelakangi karena SMK merupakan sekolah jalur pendidikan formal yang akan menyiapkan lulusan agar memiliki keunggulan di dunia kerja, lemahnya kerja sama/sinergitas dengan DUDI, keterbatasan kualitas dan kuantitas peralatan, serta pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak akhir tahun 2015.

Pengawas sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Dra. Tuniyah, M.Pd., menuturkan bahwa terdapat 6 model pembelajaran yang dapat diajarkan di sekolah. Keenam model itu adalah Inquiry Learning, Discovery Learning, Problem Based Learning, Project Based Learning, Product Based Education Training, dan Teaching Factory. Pada sekolah khususnya SMK yang memiliki program keahlian seperti Tata Busana, Teknik Bisnis Sepeda Motor, dan Multimedia seperti di SMK Ma’arif ini harus difokuskan pada model pembelaran TEFA.  

“Agar nantinya mampu menghasilkan produk atau jasa. Produknya dapat dijual, jasanya dapat dimanfaatkan. Setelah lulus syukur-syukur bisa kerja jadi tukang jahit sendiri,” harap Tuniyah dalam sambutannya, Rabu (25/09/2019).

Guru yang telah melaksanakan magang dengan Kadiyo Tailor yakni Yulsyafriana Zahratun, S.Pd (35) dan Mamik Dwi Rohmanti, S.Pd. (42). Berdasarkan pemaparan yang telah dilakukan oleh kedua guru tersebut, banyak sekali keuntungan yang diperoleh dari Kadiyo Tailor. Seperti pembuatan busana industri dengan langkah praktis, lebih cepat sehingga dapat mengehemat waktu pengerjaan busana.

“Secara garis besar, TEFA ini disesuaikan dengan dunia industri. Produk yang dihasilkan nyata. Jadi pembelajarannya dengan menganalisis pembuatan kemeja, celana, dan kaos. Selain itu memproduksi (barang), menjual jasa, menjahitkan seragam siswa baru maupun seragam dari siswa sekolah lain juga bisa,” tegas Yulsyafriana.

Ditambahkan oleh Mamik Dwi Rohmanti, S.Pd., evaluasi TEFA dilaksanakan dalam waktu satu minggu dari semula target dua minggu. Pembuatan busana kemeja, celana, dan kaos telah dilaksanakan dengan pendampingan langsung oleh Kadiyo Tailor selaku DUDI yang bekerja sama dengan sekolah. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here