Home Wilayah Setelah Bantul, Ma’arif DI Yogyakarta Monitoring Penulisan Karya Ilmiah Sleman

Setelah Bantul, Ma’arif DI Yogyakarta Monitoring Penulisan Karya Ilmiah Sleman

271
0

SLEMAN, Maarifdiy.com ~ Tim PW Ma’arif DI Yogyakarta kembali turun ke sekolah untuk monitoring progres penulisan karya ilmiah guru. Dipimpin oleh Dr. Tadkiroatun Musfiroh, tim mengunjungi guru-guru Sleman untuk beraudiensi mengenai perkembangan dan kendala yang dihadapi selama proses penelitian.

Kunjungan tim hari ini (28/9) merupakan tindak lanjut dari diklat penulisan karya ilmiah yang dilaksanakan PW Ma’arif di University Hotel Yogyakrata (23-25/8). PW Ma’arif bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan SMP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melatih 100 guru dari 5 provinsi di pulau Jawa dalam menulis karya ilmiah berbasis penelitian.

Pada kunjungan tersebut, Dr. Tadkiroatun Musfiroh mengungkapkan, kendati telah mengalami kemajuan, para guru masih memerlukan bimbingan intensif. “Para guru saya lihat sudah mengalami kemajuan. Walaupun demikian, mereka masih memerlukan beberapa kali bimbingan intensif untuk benar-benar menyelesaikan tugas penelitiannya. Namun, oleh karena keterbatasan waktu, mereka harus “ngebut” agar bisa dipresentasikan pada pertemuan yang akan digelar di University Hotel Yogyakarta (3-5/10),” ungkap pengurus PW Ma’arif Daerah Istimwa Yogyakarta tersebut.

Monitoring difokuskan di SMP Diponegoro Depok mulai pukul 13.00 sampai dengan 16.00 WIB. Selain Dr. Tadkiroatun Musfiroh, hadir pula anggoa tim monitoring Dra. Atik Sunaryati dan Sabjan Badio. Paginya, monitoring dilakukan di wilayah Bantul.

Para peserta yang berasal dari beberapa sekolah di Sleman tersebut terlihat bersemangat mengikuti sesi konsultasi. Oleh karena keterbatasan waktu, diambil kesepakatan untuk dilakukan pertemuan lanjutan dengan Dr. Tadkiroatun Musfiroh di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta pada Jumat (2/10).

“Pertemuan hari Jumat besok bertujuan untuk memberikan tambahan kesempatan kepada para guru yang hari ini belum tuntas berkonsultas,” jelas doktor lulusan Universitas Gadjah Mada itu. [sb]

Previous articleTim Ma’arif Monitoring PTK Guru SMP di Kabupaten Bantul
Next articleCooperative Learning
Pekerja sosial, lulusan Pendidikan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta.