Home Artikel SMK Ma’arif 2 Sleman Dipercaya menjadi Center of Excellence Bidang Tata Busana

SMK Ma’arif 2 Sleman Dipercaya menjadi Center of Excellence Bidang Tata Busana

79
0

Maarifnudiy.or.id–LP Ma’arif NU PWNU DIY dan SMK Ma’arif 2 Sleman menggelar acara peletakan batu pertama gedung Center of Excellence (CoE) bidang Tata Busana yang dilakukan oleh Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto, S,T., M.Sc., Ph.D., Sabtu (26/9).

Sebagai pembicara, Wikan menyampaikan,“Dengan hadirnya CoE ini, SMK diharapkan dapat mewujudkan link and match dengan industri. Dengan kata lain, SMK perlu menikah dengan industri. Kita harus tahu industri maunya apa. SMK harus bisa membaca kebutuhan industri, salah satunya dengan mewujudkan lulusan yang berkompeten dengan dibekali hard skill dan soft skill.”

Selain itu, sebagai Center of Excellence, SMK Ma’arif 2 Sleman mendapatkan amanat agar dapat menjadi motor penggerak dalam pengembangan mutu bagi sekolah lain. “CoE adalah matahari untuk mengembangkan, mengajarkan, berbagi kepada sekolah lainnya,” ujar Wikan.

Setelah itu, dalam acara yang dihadiri oleh Kepala SMK Ma’arif se-DIY-Jateng ini, Ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY, Prof. Dr. H. Sugiyono, M.Pd., memberikan dukungan kepada para Kepala SMK dan Guru yang hadir untuk terus mengembangkan sekolah kejuruan.

“Jika kita ingin pendidikan kejuruan maju, pendidikan kejuruan harus menjadi replikasi seperti di dunia kerja dan dunia industri. Dunia industri ini cepat berkembang, sehingga SMK harus mengikuti perkembangannya,” terangnya.

”Ada 4 aspek utama untuk membangun sekolah kejuruan, antara lain kurikulum yang relevan, Guru yang berkompeten, alat praktik yang lengkap, dan bahan untuk praktik. Jika 4 aspek itu dipenuhi, sekolah itu akan maju,” imbuhnya.

Dra. Atik Sunaryati, Kepala SMK Ma’arif 2 Sleman, menyampaikan,“Sebenarnya, SMK Ma’arif 2 Sleman sudah masuk ke dalam daftar sekolah revitalisasi sejak 2019. Akan tetapi, karena Covid-19, program tersebut menjadi tertunda.”

Acara ini dihadiri tidak lebih dari 50 peserta. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi aturan yang diterapkan oleh pemerintah dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Kami mengundang para tamu undangan dengan mengikuti aturan dari pemerintah yang meminta kami untuk mengundang maksimal 50 peserta. Jadi, peserta dibatasi,” jelas Atik.

Di tengah acara, terdapat selingan penampilan hasil karya siswa program Tata Busana SMK Ma’arif 2 Sleman melalui fashion show yang diperagakan oleh para siswa. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here