Home Klinik Pendidikan Tim Ma’arif Monitoring PTK Guru SMP di Kabupaten Bantul

Tim Ma’arif Monitoring PTK Guru SMP di Kabupaten Bantul

488
0

BANTUL, Maarifdiy.com ~ Seorang guru wajib menguasai penulisan karya ilmiah. Hal ini penting bagi perjalanan karier seorang guru. Hal tesebut disampaikan Drs. Bambang Sulistya dalam monitoring dan evaluasi pelatihan penulisan karya ilmiah bagi guru SMP di Gedung PCNU Bantul (28/9). Menurut pengurus Ma’arif Daerah Istimewa Yogyakarta itu, dalam aturan kepegawaian yang baru, karya ilmiah wajib dimiliki oleh guru.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Ma’arif Daerah Istimewa Yogyakarta, Masharun Ghazalie, M.M. Tokoh NU yang juga berprofesi sebagai Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Kabupaten Bantul itu mengungkapkan, dirinya bersama jajaran pimpinan Ma’arif Daerah Istimewa Yogyakarta berkomitmen dalam meningkatkan kompetensi guru dalam menulis karya ilmiah.

“Pelaksananaan pelatihan penulisan karya ilmiah ini merupakan bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kompetensi para guru dalam menulis karya ilmiah,” ungkap Masharun di sela-sela pelaksanaan bimbingan teknis di Gedung PC Ma’arif Bantul.

Monitoring dan Evaluasi yang diselenggarakan pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.00 tersebut merupakan rangkaian pelatihan penulisan karya ilmiah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Ma’arif Nu Daerah Istimewa Yogyakarta dengan dukungan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebelumnya, seratus peserta yang berasal dari lima provinsi itu telah mendapatkan pelatihan penelitian tindakan kelas di University Hotel Yogyakarta (23-25/8). Jika pada pertemuan pertama para guru diundang oleh panitia, pada proses monitoring dan evaluasi, panitia beserta pembimbing yang turun ke lapangan untuk membantu para guru mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi.

Salah seorang pendamping, Dr. sutopo, mengungkapkan bahwa permasalahan yang dihadapi guru sifatnya beragam. Secara umum, dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta itu mengungkapkan bahwa penelitian tindakan kelas belum dilaksanakan secara rutin oleh guru.

“Aktivitas meneliti belum dibiasakan oleh para guru. Jika penelitian tindakan kelas telah menjadi kebiasaan, saya yakin aktivitas meneliti ini akan dapat dijalankan dengan mudah oleh para guru,” ungkap Sutopo.

Pernyataan Dr. Sutopo tersebut diamini oleh Kodarilah, S.Pd., salah seorang peserta. “Kendati masih mengalami berbagai kesulitan, saya sangat apresiatif atas adanya monitoring dan evaluasi ini. Monev ini menjadi wadah bagi kami untuk bertanya kepada para ahli,” tutur Kodarilah. [sb]

Previous articleInstrumen Penilaian Menulis
Next articleSetelah Bantul, Ma’arif DI Yogyakarta Monitoring Penulisan Karya Ilmiah Sleman
Pekerja sosial, lulusan Pendidikan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta.