Home Wilayah Tingkatkan Profesionalitas Guru LP Ma’arif NU PWNU DIY Bentuk 18 MGMP SMA/SMK

Tingkatkan Profesionalitas Guru LP Ma’arif NU PWNU DIY Bentuk 18 MGMP SMA/SMK

143
0

Maarifnudiy.or.id–LP Ma’arif NU PWNU DIY bentuk 18 MGMP untuk jenjang SMA/SMK. Deklarasi pembentukan dilakukan secara daring menggunakan aplikasi Zoom, Rabu (22/7), dihadiri Pembina dan Pengurus LPM, pembimbing, dan perwakilan masing-masing MGMP.

Dalam sambutannya, Pembina LPM, H. Fahmy Akbar Idries, M.M. mengungkapkan bahwa hakikatnya MGMP merupakan wujud tanggung jawab profesional seorang pendidik. Melalui wadah ini, para guru meningkatkan kompetensinya agar dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan ketakwaan para siswa.

Wakil Ketua PWNU DIY ini mengungkapkan, murid-murid yang menjadi tanggung jawab para guru merupakan cermin masa depan Indonesia. NU yang jaya di masa depan pasti akan membuat Indonesia yang lebih baik, lebih berjaya, dan lebih maju. Kader-kader NU yang berasal dari sekolah-sekolah tentu berkontribusi dalam mencapai keberhasilan ini. PWNU DIY berkomitmen untuk mendukung ikhtiar-ikhtiar menuju ke sana.

Sementara itu, Ketua LPM, Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd., mengungkapkan bahwa pembentukan 18 MGMP yang diinisiasi oleh Sekreatis LPM, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum. ini merupakan sejarah baru di LPM. Peran guru di mana pun dan kapan pun akan tetap penting dan menjadi kunci sukses sekolah atau lembaga pendidikan. Untuk itu, penting bagi guru untuk meningkatkan kompetensinya.

Lebih lanjut, Sugiyono menjelaskan, ada dua kompetensi utama yang sangat penting bagi guru, yaitu kompetensi pedagogik yang terkait metode dan kompetensi profesional yang berhubungan dengan penguasaan materi ajar. Selain itu, ada pula kompetensi kepribadian dan sosial.

Dengan pembentukan MGMP ini, diharapkan bapak/ibu guru memiliki wadah untuk pertemuan, diskusi, hingga seminar pengembangan ilmu yang didesain secara periodik. Dengan begitu, harapannya kompetensi pedagogik dan penguasaan materi semakin berkembang.

“Dalam pendidikan sebagai sistem, ada input, output, dan outcome. Jika siswa di bawah standar, maka input yang kurang baik tersebut jika diajar guru profesional, outputnya akan baik. Jika inputnya kurang baik, maka guru perlu kerja lebih keras, jika baik, kerja guru lebih ringan,” jelas Sugiyono.

Perkembangan saat ini, guru tidak hanya dituntut menguasai materi dan metode, tetapi juga teknologi informasi. Di sekolah pelosok, sarana komunkasi yang dimilik orang tua masih kurang sehingga menambah kesulitan guru melaksanakan pembelajaran dengan baik. Guru dituntut untuk bisa mengatasinya.

Ketua Prodi S3 Manajemen Pendidikan UNY itu berharap rakor MGMP ini meraih keputusan yang mendorong kompetensi para guru. Dengan begitu, di tahun-tahun yang akan datang, sudah ada guru-guru Ma’arif yang maju dalam lomba tingkat nasional.

Sugiyono memandang, pembentukan MGMP ini sudah selaras dengan tuntutan kompetensi masa Revolusi Industri 4.0. Salah satu dari kompetensi tersebut adalah kolaborasi, dalam hal ini kolaborasi guru untuk mendiskusikan masalah dan kompetensi terkait pembelajaran.

Pada kesempatan tersebut, Sugiyono juga menyampaikan terima kasih kepada para pembimbing yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk mendampingi masing-masing MGMP. Para pembimbing tersebut berasal dari Universitas Negeri Yogyakarta dan UIN Sunan Kalijaga.

Sebagai inisiator kegiatan ini, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum. mengungkapkan bahwa setidaknya ada lima tujuan pembentukan 18 MGMP ini. Pertama, sebagai media kolaborasi. Setiap guru aktif bersama-sama memecahkan masalah yang dihadapi dan meningkatkan kompetensi diri.

Kedua, efikasi diri. Guru NU aktif punya keyakinan mampu menyelesaian masalah dan berani menjawab tantangan melalui pengalaman.

Ketiga, resilensi. Guru NU mampu beradaptasi terhadap berbagai situasi dan teguh sebagai guru pencetak kader NU yang tangguh dan adaptif.

Keempat, kompetensi. Setiap guru aktif memiliki kompetensi pedagogik, personal atau kepribadian, profesional, dan sosial.

Kelima kompetisi jati. Setiap guru NU memiliki kualitas terbaik dari seluruh kompetensi sehingga mampu berkompetisi menjuarai dan menjadi label promosi lembaga.

Doren FBS UNY ini mengungkapkan, anggota MGMP terdiri atas GTY Induk di Maarif, PNS bertugas di Maarif, GTT induk di maarif. Untuk guru yang menambah jam mengajar di sekolah Ma’arif tidak disertakan dalam organisasi ini. Adapun 18 MGMP yang dibentuk adalah sebagai berikut.

  • TKRO: Kendaraan Ringan
  • TBSM: Sepeda Motor
  • Media dan Komputer
  • Fisika dan Terapannya
  • IPA dan Terapannya
  • Matematika
  • IPS Sosegio
  • Ekbobank-KWU
  • Pariwisata
  • Seni Rupa dan Budaya
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Asing
  • Bahasa Jawa
  • Aswaja, Arab, Tahfids
  • Pendidikan Agama Islam
  • Pendidikan Kewarganegaraan
  • PJOK: Jasmani
  • Bimbingan & Konseling

Setelah dideklarasikan, masing-masing perwakilan bertemu secara daring dengan para pembimbing untuk membicarakan rencana pertemuan selanjutnya, kepengurusan, serta program kerja. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here