Home Wilayah Tingkatkan SDM Guru di Sekolah-Madrasah Karangmojo, LP Maarif NU PWNU DI Yogyakarta...

Tingkatkan SDM Guru di Sekolah-Madrasah Karangmojo, LP Maarif NU PWNU DI Yogyakarta Lakukan Pembinaan Pegawai

311
0

Gunungkidul, Maarifnudiy.or.id–Dalam rangka peningkatan kinerja pegawai, LP Ma’arif NU PWNU DIY melaksanakan acara pembinaan pegawai. Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Juni 2021 bertempat di SMK Pembangunan Karangmojo. Acara tersebut dihadiri oleh Pengurus PWLP Ma’arif NU PWNU DIY, Ketua PCLP Ma’arif NU Gunungkidul, dan 80 guru dan karyawan dari SMK Pembangunan Karangmojo, SMA Pembangunan 2 Karangmojo, dan KS TK, MI, SMP-MTs Kapenawon Karangmojo di bawah LP Ma’arif NU PCNU Gunungkidul.

Kegiatan ini dilakukan dua sesi, sesi pertama untuk guru dan karyawan SMK Pembangunan Karangmojo dan sesi kedua untuk guru dan karyawan SMA Pembangunan 2 Karangmojo, Kepala Sekolah dari TK, MI, SMP-MTs di Kapenawon Karangmojo di bawah LP maarif NU PCNU Gunungkidul.

Muh. Kadarisman, S.Pd., selaku tuan rumah memberikan ucapan selamat datang dan sekilas pandang tentang kemajuan sekolah selama Pandemi Covid-19. Kepala SMK Pembangunan Karangmojo tersebut juga melaporkan kelulusan siswa kelas XII yang dinyatakan lulus 100% dengan jumlah 229 siswa. Laporan sementara penerimaan peserta didik baru dan beberapa aktivitas sekolah yang telah berhasil dilaksanakan. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pelaksanaan akreditasi perpustakaan secara online telah berhasil memperoleh predikat akreditasi A, serta pembangunan sarana ibadah berupa pembangunan Masjid Attarbiyah sudah mencapai 95% sehingga untuk tahun ajaran baru 2021/2022 besok sudah dapat digunakan oleh seluruh warga sekolah.

Ketua PC LP Ma’arif Gunungkidul, Taufik Ahmad Sholeh, S.Ag. M.Si., dalam sambutannya menyampaikan, salah satu tujuan pendidikan untuk mengukur jumlah NU di Kabupaten Gunungkidul. Wakil Ketua III LP Ma’arif NU PWNU DIY itu menggarisbawahi bahwa pondok pesantren adalah tempat menciptakan ulama ulama, dari situ pula harus dibangun akidah generasi yang akan datang. Terlebih pada masa pandemic seperti ini, sekolah dan pesantren harus mampu berubah dan menyesuaikan diri.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Gunungkidul tersebut juga mengajak agar seluruh civitas akademika SMK Pembangunan Karangmojo berperan secara bersama-sama mengembangkan ajaran islam ala ahlusunah waljamaah di lingkungan Gunungkidul dengan sepenuh hati dan penuh keikhlasan. Taufik berpesan, SMK Pembangunan Karangmojo sebagai ikon pendidikan NU di Gunungkidul, harus mampu mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan yang sudah diberikan oleh masyarakat untuk bersama sama mengembangkan NU dan menjaga tradisi. Selain itu, harus totalitas dalam menanamkan keaswajaan, baik di keluarga, sekolah maupun di masyarakat luas. Dimulai dari diri sendiri, dan berawal dari SMK Pembangunan Karangmojo, diharapkan NU semakin kuat dan mengakar.

Dalam kegiatan pembinaan pegawai tersebut, Sekretaris LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum., memberikan pemaparan dengan mengambil tema “Akselerasi SDM di SMK Pembangunan Karangmojo”. Mengangkat topik komponen minimal pondasi SDM, yaitu Peduli, Amanah, Cinta, dan Spiritulisme (PACS). Dengan uraian sampai indicator-indikator yang sangat detail dan mendalam disertai dengan beberapa contoh di lapangan.

Menurut Tadkiroatun, indikator peduli meliputi memberi perhatian pada kejadian, peristiwa, dan hal yang ada di sekelilingnya, membaca peristiwa dan menemukan inti masalah dari kejadian dan peristiwa, mendudukkan diri sebagai bagian dari solusi, bertanya dan menawarnakan bantuan, bertindak cepat dan tepat karena rasa tanggung jawab terhadap proses dan akibat dari masalah yang terjadi, mengajak civitas lain untuk bertindak bersama demi hasil yang lebih besar, dan membudayakan peduli sebagai dasar karakter tanggung jawab humanis.

Indikator amanah meliputi, berani menerima tugas; melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan berani menolak intimidasi; melaporkan capaian tugas terbuka dan berani menanggung resiko; tidak memanipulasi proses, data, dan hasil dari tugas; selalu memikirkan inovasi terbaik dari semua tugas.

Masih menurut Tadkiroatun, indikator cinta di antaranya adalah memberi perhatian tinggi dan siap selalu ada saat dibutuhkan, rela berkorban dan ingin selalu meberikan yang terbaik, selalu ingin melindungi dari kerusakan, selalu menjaga, jujur, terbuka dan percaya.

Adapun indikator spiritual yaitu mulai dari melihat kebaikan dan kebenaran sebagai satu kesatuan yang menjadi tugas manusia, cenderung berpikir balance, objektif, dan adil. Selain itu, percaya kepada Tuhan dan mengabdikan hidup untuk tujuan akhir, selalu mencari hikmah dan manfaat dari semua peristiwa yang terjadi, selalu menukik hakikat, sering merenung dan berkontempelasi, serta kuat, gigih, tegar memerjuangkan tujuan dan keyakinan hidup.

Untuk mencapai target tersebut, Sekretaris LP Ma’arif NU PWNU DIY menyampaikan, harus dilihat kenyataan sekarang di SMK Pembangunan Karangmojo, yaitu dengan melakukan pembinaan SDM secara kontinu, membuat think tank team dan berdayakan secara kontinu, dan membentuk pengurus harian LP Ma’arif NU di sekolah.

Dilanjutkan pada sesi kedua, yaitu pembinaan kepada pegawai pendidik dan tenaga kependidikan SMA Pembangunan 2 Karangmojo, Kepala TK/RA, MI, dan SMP/MTs di Kapenawon Karangmojo di bawah naungan LP Ma’arif. NU PCNU Gunungkidul.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh M.Hum., memberikan pemaparan dengan mengambil tema “Permasalahan Pembelajaran di Era Pandemi”. Menurutnya, hal yang niscaya ada selama pandemi meliputi pembelajaran dan pendidikan mengalami guncangan, learning loss, metode, meteri, sumber, media yang berubah, serta guru dan orang tua dituntut cepat beradaptasi dan berinovasi.

Permasalahan yang terjadi di TK, SD, SMP, hingga SMA selama pandemi di antaranya terjadi shock, guru tidak siap, siswa kaget dan orang tua stres. Guru gagal beradaptasi dan tidak mempunyai instrumen. Sementara itu, siswa kelelahan tugas, kebutuhan belajar tidak terlayani. Media sosial banjir hiburan sehingga energi belajar melemah dan teralih ke media sosial. Kemampuan belajar anak stagnan. Waktu belajar hilang sia-sia dan anak gagal berkembang. Akibatnya, siswa lulus tanpa kompetensi yang disyaratkan. Siswa naik kelas namun kapabilitas mereka sama dengan kelas sebelumnya.

Program untuk mengatasi learning loss tersebut, menurut Tadkiroatun, guru wajib menguasai aplikasi belajar online dan media sosial. Guru wajib akselerasi sumber dan metode dalam KBM. Belajar lebih ditekankan pada penguasaan keterampilan, pengetahuan dan sikap belajar. Sekolah mengadakan blended learning, flipped classroom, tatap muka terbatas, menyediakan media dan mengontrol pelaksanaannya. Guru bikin pengayaan untuk feedback keterampilan dan karakter. Guru selalu mengcek setiap target capaian, setidaknya capaian minimal.

Mengakhiri pembinaannya, Sekretaris LP Ma’arif NU PWNU DIY memberikan slogan “Bersatu kita teguh, bersama kita kuat, berkolabirasi kita unggul”. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pendandatangan pakta integritas. Perwakilan dari SMK Pembangunan Karangmojo yaitu Rohman Sabarudin, S.Pd.i. dan dari SMA Pembangunan 2 Karangmojo diwakili oleh Dewi Vita Susana, S.Pd. (*)

Previous articleGuru MTs Hasyim Asy’ari Piyungan Juara 2 Lomba Puisi Tingkat Nasional
Next articleGuru Ma’arif Mengikuti Pelatihan Sistem Kelistrikan Bodi Kendaraan
Rita Nurngaini adalah staf admin LP Ma'arif NU DI Yogyakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here