Home Sekolah Transformasi SMK Ma’arif 1 Piyungan

Transformasi SMK Ma’arif 1 Piyungan

390
0

maarifnudiy.or.id– SMK Ma’arif 1 Piyungan merupakan salah satu dari 5 Sekolah Menengah Kejuruan Ma’arif di kabupaten Bantul. Terletak di Jln. Raya Piyungan Prambanan Km. 3 Mutihan, Srimartani, Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55792.

Pada awal berdirinya, SMK Ma’arif 1 Piyungan bernama STM Perintis Piyungan. Sekolah ini berdiri sejak tahun 1988, diprakarsai oleh Noto Dimulyo, H.S Hadi Purnomo , Yaidan dan Imam Prapto yang mempunyai latar belakang nahdliyin. Dengan luas tanah 2.456 m2 yang merupakan tanah OG (Onder Gubermen) yang pada awalnya merupakan tanah sultan. Setelah diberikan ijin, sekolah lantas melanjutkan ke Badan Pertanahan Nasional dan mendapatkan sertifikat dengan nomor 186/HP/BPN/90. Saat awal itulah kantor guru dan staf masih berada di rumah Bapak Jamali yang merupakan warga sekitar. STM Perintis Piyungan yang sekarang menjadi SMK Ma’arif 1 Piyungan inilah yang memprakarsai munculnya sekolah STM pertama di daerah tersebut.

Bapak Sambyah,ST Kepala Sekolah SMK Ma’arif 1 Piyungan, Bantul.

“Tujuan awal didirikannya sekolah ini adalah meregenerasi nahdliyin, mengkader para nahdliyin muda yang dulunya masih sangat sedikit di daerah ini,” ungkap Kepala Sekolah SMK Ma’arif 1 Piyungan yang ditemui dikantornya pada Senin 29 Oktober 2018.

Kurang lebih sebanyak 180 peserta didik di awal tahun pembukaan yang terdiri dari kelas X hingga XII dengan 1 (satu) jurusan yaitu listrik. Sejalan dengan perkembangan jaman dan persaingan dari sekolah-sekolah sekitar, SMK Ma’arif 1 Piyungan kemudian membuka jurusan baru yaitu audio video. Kemudian disusul jurusan keperawatan ditahun 2007 dan selanjutnya jurusan TKR (Teknik Kendaraan Ringan) dengan total 4 jurusan yang mereka miliki sampai saat ini.

Hadroh, sholawat dan kaligrafi merupakan ekstrakurikuler yang diunggulkan di sekolah ini. Data terakhir menyebutkan SMK Ma’arif 1 Piyungan mendapatkan juara pertama pada kategori kaligrafi tingkat kecamatan tahun 2018, serta juara kedua putra pada kategori kaligrafi tingkat kabupaten tahun sebelumnya. Tidak hanya itu, ekstrakulikuler lain seperti setir mobil, pramuka, voli dan sepakbola juga turut aktif dan diminati oleh peserta didik.

Kegiatan sosial yang menarik di sekolah ini adalah, mereka seringkali mengadakan agenda jum’at bersih. Umumnya kegiatan jumat bersih merupakan kegiatan gotong royong untuk membersihkan sebatas lingkungan sekolah saja, namun di SMK Ma’arif 1 Piyungan ini mereka turut gotong royong membersihkan mushola dan masjid milik warga desa sekitar pula. Hal ini pula yang dicontoh oleh ekstrakurikuler lain seperti pramuka, yang setiap taunnya mengadakan pengabdian masyarakat dalam berbagai bentuk kegiatan.

SMK Ma’arif 1 Piyungan terus berbenah dibawah kepemimpinan kepala sekolah yang telah beberapa kali mengalami pergantian sebagai berikut :

1. Bapak Sambyah, ST

2. Bapak Lilik

3. Bapak Tri Antoro

4. Bapak Sambyah, ST

Kini, Sekolah Menengah Kejuruan Ma’arif yang sudah memiliki akreditasi seluruhnya B dari ke-4 jurusan ini, menargetkan akreditasi A pada Juli 2019 mendatang. Jurusan yang diunggulkan seperti Keperawatan di sekolah ini sering pula mendatangkan tenaga pengajar ahli dibidangnya dalam proses belajar mengajar agar kualitas mutu pendidikan terus meningkat. Mendorong peserta didik terus aktif di dalam maupun luar sekolah untuk melaksanakan program-program seperti check-up kesehatan, suntik (imunisasi) masal dan masih banyak lainnya.

Dari segi kendala yang dipaparkan oleh Sambyah,ST ialah peserta didik yang memiliki latar belakang ekonomi kurang mampu sehingga sekolah harus membebaskan SPP selama kurun waktu tertentu. Namun, hal ini bukanlah gangguan yang berarti karena telah diatasi oleh dana BOS dan upaya pihak sekolah untuk terus berkembang dengan mencari pendanaan mandiri lainnya seperti donatur dari swasta.

Percepatan program yang saat ini sedang digencarkan ialah dari segi sarana prasana, beliau memaparkan terus menggenjot perbaikan bangunan sekolah terutama ruang kelas yang semula bobrok menjadi lebih baik seperti sekarang ini. Dengan dibantu dana dari kabupaten dan provinsi, SMK Ma’arif 1 Piyungan sudah memperbaiki 8 ruang. Pembangunan lantai 2 pun sudah dirampungkan. Total ada sebanyak 15 ruang dengan rincian 10 ruang baru,dan 5 ruang rehap. 

Bapak Sambyah,ST menyampaikan bahwa tidak perlu ada kekerasan dalam mendidik. Santun, sering mengingatkan, kekeluargaan dan guru sebagai orang tua, sehingga anak-anak yang dulunya tidak baik menjadi baik.

Diungkapkan oleh Bapak Sambyah, bahwa pada tahun 2006 saat bencana gempa Jogja, sempat membuat semangat para siswa mengendur hingga hanya tersisa 6 siswa yang benar-benar aktif bersekolah. Bersamaan dengan itu, Arwan Bawis selaku ketua LP Ma’arif dan Jalal sebagai sekretarisnya meminta Sambyah,ST kembali menjabat sebagai kepala sekolah.

Kembali dengan strategi transformasinya, kepala sekolah SMK Ma’arif 1 Piyungan ini merubah keadaan sekolah dengan menggencarkan strategi promosi, perbaikan gedung hingga door to door sampai ke daerah Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo dan Klaten.

Upaya ini pun membuahkan hasil, dari yang semula hanya tersisa 6 orang murid saja, kini bisa mendapati kurang lebih 300 murid dengan asal daerah mereka yang bervariasi. (29/10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here