Home Wilayah Diklat Kerja Sama Teknis Substantif Kepala Madrasah LP Ma’arif NU DIY...

Diklat Kerja Sama Teknis Substantif Kepala Madrasah LP Ma’arif NU DIY – Baldik Keagamaan Semarang Selesai

59
0
Wakil Ketua PWNU DIY, Fahmy Akbar Idries, memberikan penghargaan kepada peserta yang mendapat nilai akademik paling tinggi, mempunyai kepemimpinan dan suka menolong, serta peserta teraktif dan partisipasif saat penutupan diklat (1/11/2019).

Semarang, Maarifnudiy.or.id–Tantangan kepala sekolah itu berat sekali,  apalagi kepala madrasah, itu lebih berat lagi. Kepala sekolah umum itu  beban membangun akhlaknya tidak seberat kepala madrasah. Ibu-bapak ini kepala sekolah yang harus dunia akhirat. Tantangan ke depan itu tidak hanya teknologi dan ideologi, tapi banyak sekali. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan Ibu-Bapak yang kreatif, inovatif, dan komunikatif.

Demikian disampaikan oleh  H. Fahmy Akbar Idries, S.E., M.M., pada penutupan Diklat Teknis Substantif Kepala Madrasah kerja sama Lembaga Pendidikan Ma’arif NU DI Yogyakarta dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Semarang, Jumat (01/11/2019). Pada kesempatan tersebut, Pembina LP Ma’arif NU DIY itu juga mengibaratkan teknologi seperti pisau. Fungsi pisau dapat dirasakan bergantung pemakainya. Jika digunakan secara tepat akan menghasilkan masakan yang enak, di tempat yang lain pisau itu dapat membunuh orang. Kepemimpinan kepala madrasah itu akan sangat  memengaruhi anak didiknya. Kepala madrasah yang telah ikut diklat ini memiliki SIM. SIM yang didapat di sini seperti pisau,  kalau digunakan dengan keiklasan akan membawa mafaat.

Dalam memimpin madrasah, Wakil Ketua PWNU tersebut menyampaikan, kepala madrasah harus memimpin dengan hati  dan ilmu yang baik. Harapannya, ilmu yang diperoleh tentang teknis dan teori dari diklat nantinya dapat digunakan  secara tepat sasaran, tepat laku, tepat waktu, tepat porsi dan proporsi kepada sekolah maupun kepada anak didik. Menurutnya, kepemimpinan seseorang diuji bukan saat mendapat ijazah, tetapi bagaimana mengimplementaskan kemampuannya ke lapangan.  Fahmy berharap, tidak akan ada lagi persaingan antarsekolah di Ma’arif. Kepala madrasah harus saling  berkerjasama yang baik agar dapat berkembang dan maju bersama untuk kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Hj. Siti Rokhanah, Widyaiswara Ahli Madya Balai Diklat Keagamaan Semarang, menyampaikan, Diklat teknis Substantif ini merupakan Diklat Kerja Sama yang pertama dengan LP Ma’arif NU DIY. Dirinya berharap semoga semangat peserta Diklat Teknis Substantif Kepala Madrasah ini dapat menular kepada bapak-ibu guru yang lain, sehingga tidak hanya kepala madrasah saja yang didiklat, tetapi guru maupun tenaga penddik juga supaya dapat meningkatkan profesional sekolah madrasah di LP Ma’arif.

Terkait pelaksanaan diklat, peserta diklat dari MI Maulana Maghribi Bantul, Agus Sehono, S.Pd., mengatakan, diklat ini membuat mata para kepala madrasah lebih terbuka atas tugas dan tanggung jawab yang ada di depan mata. Para widyaiswara memberi pemaparan dan arahan untuk menjalankan tugas sehingga bekal peserta makin bertambah. Dirinya berharap, dengan adanya diklat ini dapat menambah semangat dalam mengabdi dan ikhlas, madrasah  akan bertambah maju bersama semua guru.

Ucapan terima kasih kepada panitia disampaikan oleh peserta Muhammad Rifa’i, M. Hum. dari MA Mafaza Bantul. Menurutnya, penyelenggaraan diklat ini memberikan  kesempatan kepada peserta semua yang telah ikut diklat yang luar biasa, sehingga membuka kembali semangat memajukan madrasah lebih unggul. Harapannya, madrasah akan meluluskan generasi penerus yang unggul, berkarakter, agamais, dan nasionalis.

Turut hadir pada penutupan diklat tersebut Sekretaris LP Ma’arif NU DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum.,  Pengurus Cabang LP Ma’arif Kabupaten Bantul, Hj. Ening Yuni S.A., M.A., dua perwakilan widyaiswara dari Baldik Keagamaan Semarang sekaligus wali kelas F1 dan F2, Qowi Handiko, S.Pd.I. dan Lily Nurulia, S.S., M.Pd.

Di penghujung acara, pemberian hadiah khusus kepada beberapa peserta yang dinilai luar biasa. Ada tiga kriteria yang diberikan, yaitu hadiah bagi peserta yang mendapat nilai akademik paling tinggi, mempunyai kepemimpinan dan suka menolong, serta peserta teraktif dan partisipasif masing-masing untuk kelas F1 dan F2. Nilai akademik paling tinggi diberikan kepada Agus Sehono, S.Pd. dari MI Maulana Maghribi, Pundong, Bantul perwakilan dari kelas F1 dan Pertiwi Endah Pamungkas, S.E, S.Pd dari MI Ma’arif Garongan, Kulon Progo. Perwakilan dari kelas F2. Hadiah diserahkan oleh H. Fahmy Akbar Idries, S.E., M.M.

Sekretaris LP Ma’arif NU DIY, Tadkiroatun Musfiroh, berfoto bersama peserta terbaik kategori mempunyai kepemimpinan dan suka menolong.

Hadiah kedua dengan kriteria peserta mempunyai kepemimpinan dan suka menolong diberikan kepada Nur Hidayat, S.Ag., M.S.I. dari MI Ma’arif Saman, Bantul dan Subardi, S.Pd.I., M.S.I. dari MI YAPPI Balong, Gunungkidul. Hadiah diserahkan oleh Sekretaris LP Ma’arif NU DIY,  Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum.

Hadiah ketiga dengan kriteria peserta teraktif dan partisipasif diberikan kepada Anis Sukhan Fadlil, S.Pd. dari MI Al Ma’had An Nur, Bantul dan Muhammad Rifa’i, M.Hum., dari  MA  MAFAZA, Bantul.

Diklat Kerja Sama Teknis Substantif Kepala Madrasah 60 jam resmi ditutup oleh H. Fahmy Akbar Idries, S.E., M.M. Do’a dan ungkapan syukur telah diberikan kelancaran selama kegiatan berlangsung dipimpin oleh H. Ahmad Murod, S.Ag. Selanjutnya peserta berberes-beres dan pulang dengan perasaan lega. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here