Home Wilayah Dosen Pasca UNY Latih Guru Ma’arif Kelola Website, Medsos, dan Tulis Berita

Dosen Pasca UNY Latih Guru Ma’arif Kelola Website, Medsos, dan Tulis Berita

40
0

Kulonprogo–Website merupakan media penting bagi sekolah karena menjadi pangkalan data yang dapat dilihat masyarakat luas. Berita, foto, infografis, dan video dapat disajikan melalui media ini.

Mengingat pentingnya fungsi website, Tim Dosen Pasca UNY, Else Liliani, Margana, Tadkiroatun Musfiroh, dan Dwiyanto Djoko Pranowo, menyelenggarakan Program Pengabadian Masyarakat (PPM) bagi 31 guru LP Ma’arif NU DI Yogyakarta. Kegiatan yang bekerja sama dengan Humas LPM ini dilaksanakan selama 6 hari, 24-29 Agustus 2019.

Ketua Tim PPM, Else Liliani, mengungkapkan bahwa program pelatihan website yang digelar dipadu dengan penulisan berita dan pengelolaan media sosial. Berita akan menjadi konten media, sementara media sosial sebagai media promosi agar konten dapat menyebar secara luas di masyarakat.

Sementara itu, Tadkiroatun Musfiroh menyampaikan bahwa program PPM dosen rutin dilaksanakan. Tadkiroatun berharap guru membangun jejaring dengan kampus sehingga dapat mengakses program yang ditawarkan.

“Melalui program PPM, ilmu di perguruan tinggi sampai kepada masyarakat. Sebaliknya, apa yang diperlukan masyarakat dapat ditangkap oleh perguruan tinggi,” ungkap Tadkiroatun.

Acara pembukaan digelar di SMK Ma’arif 1 Temon, Sabtu (24/8), dan langsung diisi materi. Tim PPM UNY menghadirkan narasumber Taufik Fahrudin (pengelolaan website), Arsyad Hermawan (pengelolaan media sosial), dan Sabjan Badio (penulisan berita). Selanjutnya peserta akan praktik 4 hari (25-28/8) dan dievaluasi (29/8).

Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan. Salah seorang peserta, Rustyaningsih, merasakan bahwa kegiatan ini sesuai dan sangat bermanfaat bagi sekolah.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan kami di sekolah. Selama ini penggunaan website dan medsos masih sangat minim. Hanya saja, mungkin waktu pelatihannya bisa diperpanjang karena ada peserta yang masih awam dan memerlukan waktu belajar lebih lama,” ungkap Rustyaningsih, peserta yang merupakan guru sekaligus Humas SMK Ma’arif 2 Temon. (els/sab)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here