Home Wilayah Ini yang H. Taufik Ahmad Soleh, S.Ag, MA Persiapkan Setelah Dilantik Sebagai...

Ini yang H. Taufik Ahmad Soleh, S.Ag, MA Persiapkan Setelah Dilantik Sebagai Kepala Pendidikan Madrasah

71
0

Gunungkidul, Maarifnudiy.or.id. PengurusLP Ma’arif NU DIY kembali menunjukan dedikasinya untuk negeri. Pasalnya, H. Taufik Ahmad Soleh, S.Ag, MA selaku Wakil Ketua I Bidang Kesiswaan dan SAKO LP Ma’arif NU DIY ditunjuk untuk menempati posisi penting sebagai Kepala Pendidikan Madrasah untuk Kantor Kementrian Agama Kabupaten Gunungkidul pada hari Jum’at 20 Maret 2020 pukul 13.30 WIB.

Pelantikan yang berlangsung secara sederhana di lantai dasar masjid agung Al Ikhlas Wonosari tersebut menghadirkan Kepala kantor Kementrian Agama Kabupaten Gunung Kidul H. Aidi Johansyah, S.Ag, MM yang juga berpesan Kepada Taufiq agar dapat memantau kondisi madrasah ditengah mewabahnya virus Corona ini. Aidi juga berharap agar Wakil Ketua I LP Ma’arif NU DIY tersebut dapat meningkatkan kualitas madrasah di Gunungkidul mengingat amanah yang kini dipegangnya sangatlah berat.

Dalam wawancara online yang dilakukan oleh staff humas Ma’arif NU DIY, Taufiq Ahmad mengatakan bahwa terdapat tiga rencana yang telah dia siapkan setelah dilantik. Pertama, dia akan melakukan konsolidasi dengan stakeholder di kabupaten Gunungkidul. Kedua, adalah membangun sinergi dengan penyelenggara pendidikan swasta termasuk PC LP Ma’arif NU Gunungkidul dalam peningkatan kinerja madrasah yang unggul bermartabat. Ketiga, mendorong penyelenggara Pendidikan dan madrasah mandiri dalam membangun sinergi pada masyarakat, perusahaan maupun pemerintah daerah untuk mendapatkan dukungan dana dalam bentuk stimulan Bosda maupun insentif bagi guru-guru swasta.

Pada kesempatan tersebut, Taufiq juga menyampaikan bahwa tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah masih banyaknya madrasah yang belum mencapai SNP yang meliputi delapan standar plus keunggulan madrasah. Khusus untuk Ma’arif terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut diantaranya adalah ketersediaan SDM yang belum sesuai dengan kebutuhan, sumber pendanaan hanya terbatas pada BOS yang tidak cukup untuk menangani siswa yang ada, sebagaian besar tanah bukan milik yayasan tetapi hak pakai atau sewa dan honor guru yang tidak layak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here