Home Wilayah Kasi Evaluasi PSMK: Sekolah Ma’arif Perlu Saling Bantu

Kasi Evaluasi PSMK: Sekolah Ma’arif Perlu Saling Bantu

44
0
Abdul Haris saat menyampaikan materi "Bantuan-Bantuan Direktorat PSMK dan Kiat Meraihnya", Sabtu (14/9).

Yogyakarta–Sesama sekolah Ma’arif harus saling membantu dan memperkuat. Jangan sampai ada sekolah Ma’arif menjatuhkan sekolah Ma’arif lain. Demikian dituturkan Kasi Evaluasi Subdit Program dan Evaluasi Direktorat PSMK, Abdul Haris, pada Workshop “Kiat Meraih Bantuan Pemerintah” LP Ma’arif NU DI Yogyakarta, Sabtu (14/9).

Mantan Tenaga Ahli Analis Kebijakan dan Kurikulum Pendidikan Kejuruan Direktorat PSMK itu juga menyampaikan, sekolah perlu saling katrol dan persaingan harus diminimalisasi. Kalau ada yang belum tahu cara membuat proposal bantuan, sekolah lain harus menunjukkan caranya. Sekolah besar juga perlu membantu peralatan sekolah Ma’arif yang kesulitan. Hakikatnya sekolah Ma’arif itu satu sel.

Selain saling membantu, sekolah Ma’arif harus mau dibina oleh lembaga di atasnya, yaitu yayasan. Di sisi lain, yayasan perlu membatasi untuk tidak terlalu jauh masuk ke urusan internal sekolah. Biarkan sekolah berkembang secara independen. Yayasan dan sekolah harus sejalan.

Disampaikan pula, Direktorat PSMK akan merevitalisasi SMK di Indonesia. Tidak ada perbedaan antarsekolah swasta dengan negeri. Jika ada yang tidak masuk program saat ini, akan dijadwalkan pada tahun berikutnya hingga 5000 sekolah.

Agar segera masuk program revitalisasi, sekolah harus bersiap, termasuk jumlah siswa perlu memenuhi standar minimal 350. Sekolah juga mengisi asesmen, baik yang sudah masuk dalam program revitalisasi maupun belum.

Workshop dimoderatori Sekretaris 2 LPM NU DIY, Dr. Apri Nuryanto. Hadir pada kesempatan itu pengurus LP Ma’arif NU DI Yogyakarta serta 32 kepala dan 32 operator sekolah dari 8 SMA dan 24 SMK. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here