Home Wilayah Lima Diklat LPM-Irsyad Trust Limited Singapore Resmi Dibuka

Lima Diklat LPM-Irsyad Trust Limited Singapore Resmi Dibuka

102
0
H. Fahmi Akbar Idries saat membuka diklat LPM-Irsyad (5/4).

Yogyakarta, Maarifnudiy.or.id-Jika kita tidak hidup dengan membuka pikiran, maka semua pintu akan tertutup. Kalau kita berpikiran nggak bisa, nanti akan betul-betul tidak bisa.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Diklat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU (LPM) DI Yogyakarta – Irsyad Trust Limited Singapore, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, pada pembukaan diklat di Gedung PLA FBS UNY (5/4). Sekretaris LPM tersebut menyampaikan, untuk kepentingan membuka cakrawala berpikir itulah diklat tersebut diselenggarakan. Selain itu, menurutnya, diklat juga bertujuan menguatkan karakter diri para peserta dan meningkatkan profesionalisme.

Ada lima diklat yang diselenggarakan, kelima diklat itu meliputi Bahasa Arab Metode Fitrah (kurikulum internasional), ICT (Information and Communications Technology), Bahasa Inggris dengan metode Applied Conversational English, Pedagogy and Instructional Mastery, serta Leadership atau Organizational Mastery.

Khusus bahasa Inggris, akan diimplementasikan pada bulan Juli tahun pelajaran 2019/2020. Menurut Tadkiroatun, semua perangkat kurikulum disiapkan oleh Tim Irsyad, sekolah hanya menyediakan buku siswa. Pada tahap ini, sekolah yang akan dijadikan percontohan sebanyak 10 sekolah. Jumlah jam pelajaran yang digunakan adalah 3 jam pelajaran. Akan ada perencanaan sekaligus evaluasi yang langsung ditangani oleh Tim Irsyad.

Hadir para kesempatan tersebut H. Fahmi Akbar Idries, M.M. dan Dr. Arif Rohman Hakim mewakili PWNU DIY, Drs. H. Masharun Ghazalie, M.M. selaku pembina LPM, Prof. Dr. Sugiyono beserta jajarannya, Tim Irsyad, para peserta diklat, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sugiyono menyampaikan bahwa dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, seorang guru dan kepala sekolah harus memiliki empat keterampilan, yaitu berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, serta kemampuan ICT. Ketua LPM itu menjelaskan, rata-rata guru sekarang merupakan “imigran” dalam kaitannya dengan penggunaan teknologi. Sementara itu, anak-anak yang diajar merupakan “penduduk asli”. Oleh karena itu, mau tidak mau seorang guru memiliki keterampilan ICT yang baik.

Prof. Dr. Sugiyono memberikan sambutan pada pembukaan diklat LPM-Irsyad (5/4).

Diklat dibuka oleh H. Fahmi Akbar Idries, M.M. Dalam sambutannya, Wakil Ketua PWNU DI Yogyakarta itu menyampaikan, bahwa apa yang dilakukan oleh LPM sudah sejalan dengan tiga fokus program PBNU, yaitu kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.

Menurutnya, hal yang dilakukan saat ini, akan menentukan kehidupan masa depan anak-anak. LPM punya tanggung jawab moral, strukrural, dan profesional kepada kehidupan anak-anak. Meningkatkan kapasitas dan kualitas pengajaran sangat penting dilakukan.

Pada kesempatan itu, dilakukan pula Serah-Terima TK-RA dari PCLP Ma’arif Gunungkidul kepada PC Muslimat Gunungkidul serta Serah-Terima Kuasa SK TK-RA Muslimat dari PCLP Ma’arif NU Sleman kepada PC Muslimat NU Sleman. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here