Home Wilayah LP Ma’arif NU DIY Gelar Workshop Kiat Meraih Bantuan Pemerintah

LP Ma’arif NU DIY Gelar Workshop Kiat Meraih Bantuan Pemerintah

29
0
Prof. Dr. Sugiyono membuka Workshop "Kiat Meraih Bantuan Pemerintah" bagi Kasek-Operator SMA-SMK LPM NU DIY (14/9).

Yogyakarta–Kepala sekolah berperan strategis dalam memajukan lembaga yang dipimpinnya. Maju-mundurnya sekolah ada di tangan kepala sekolah.

Demikian dituturkan Ketua LP Ma’arif NU DI Yogyakarta, Prof. Dr. Sugiyono, saat membuka Workshop “Kiat Meraih Bantuan Pemerintah” untuk Kepala-Operator SMA-SMK di Lingkungan LPM NU DIY, Sabtu (14/9). Terkait hal ini, Pengurus Wilayah LP Ma’arif DIY menargetkan peningkatan kualitas sekolah yang ditandai meningkatnya jumlah murid, nilai akreditasi, dan jumlah lulusan yang bekerja untuk SMK.

Peningkatan kualitas dimulai dari pembelajaran yang memerlukan sarana dan prasarana. Anggaran sarpras nilainya sangat terbatas jika mengandalkan dana dari murid. Oleh karena itu, sekolah perlu berkompetisi meraih dana dari pemerintah.

Kaprodi Manajemen Pendidikan Program S3 UNY itu menyampaikan lima trik meraih bantuan pemerintah. Pertama, memahami persyaratan pemberi dana. Jika ada masalah dengan jumlah siswa, solusinya adalah grouping. Kedua, harus tahu dan mengikuti prosedur mengajukan usulan. Ketiga, kemampuan membuat proposal. Diharapkan luaran dari workshop ini, sekolah dapat membuat proposal yang menarik. Keempat, “nemoni”. Sekolah perlu berkomunikasi dengan pihak pemberi bantuan, baik sendiri maupun kolektif. Sekolah yang dikenal dan proposalnya dikawal, peluang diterimanya lebih tinggi.

Dr. Tadkiroatun menyampaikan laporan Ketua Panitia Workshop “Kiat Meraih Bantuan Pemerintah” (14/9).

Sementara itu, Ketua Pantia, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, menyampaikan bahwa workshop dilaksanakan agar sekolah mendapat informasi akurat, fasilitasi, dan perioritas dari Direktorat dan Disdikpora, sekolah mampu memenuhi dan menyiapkan persyaratan, sekolah berpeluang besar meraih bantuan, dan sekolah Ma’arif besar peduli pada sekolah kecil.

Senada dengan Prof. Sugiyono, Tadkiroatun menargetkan ke depannya sekolah Ma’arif siswanya banyak, semua berakreditasi A, dan semua alumni bekerja. Selain itu, sarpras sekolah bagus, guru cerdas-sejahtera, berbudaya-karakter unggul, serta sekolah saling membantu.

Workshop dilaksanakan di University Club Hotel UGM dan diikuti 64 peserta dari 24 SMK dan 8 SMA asal 5 kabupaten di DI Yogyakarta. Selain menerima materi dari narasumber, peserta juga praktik menyusun proposal yang dipresentasikan pada Senin (15/9) pagi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here